Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KIRAB Tandu Divisi Soedirman, yang digelar di Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), masuk catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Kirab tandu itu berlangsung mulai Rabu (31/8) pagi dan berakhir pada Rabu (31/8) malam setelah menempuh perjalanan selama 9 jam.
Rekor yang dicatat oleh Muri adalah tandu terbanyak, peserta terbanyak, dan jarak tempuh terpanjang.
Kirab tersebut melibatkan 5.202 peserta dari masyarakat dan pemuda, dengan 4.800 orang di antaranya secara estafet memikul replika tandu Jenderal Soedirman yang berjumlah 300 unit.
Baca juga: Raih Rekor MURI, Puspotdirga Kibarkan Bendera Merah Putih di 30 Kota
Perwakilan Muri, Sri Widayati, mengatakan bahwa Muri mencatat Kirab Replika Tandu Soedirman terbanyak 300 tandu oleh 5.202 peserta resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai rekor yang ke-10.525.
Piagam Rekor Muri secara simbolis diserahkan kepada Bupati Purbalingga, Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Komandan Kodim 0702/Purbalingga, dan Kapolres Purbalingga.
"Rekor ini tidak hanya tercatat sebagai rekor nasional, akan tertapi juga rekor dunia. Hingga saat ini, sudah ada 33 rekor Muri yang sudah tercatatkan dari Kabupaten Purbalingga," ungkap Sri, Rabu (31/8) malam.
Kegiatan kirab ditempuh dengan berjalan kaki total jarak 24 kilometer, dengan rute Monumen Tempat Lahir (MTL) Jenderal Soedirman di Desa Bantarbarang - Desa Bedagas - Desa Sinduraja - Desa Kaligondang - Alun-alun Purbalingga. Ada empat etape yang disinggahi oleh peserta kirab.
Kirab itu berlangsung selama lebih dari 9 jam. Upacara pemberangkatan dimulai pukul 09.00 WIB dan finis pukul 18.30 WIB.
Sebelum finis, iring-ringan kirab dimeriahkan dengan Marching Band, Batik Carnival, Dayakan Bedagas, dan Barongsai berawal dari Markas Kodim 0702/Purbalingga hingga Alun-alun Purbalingga.
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kebanggaan masyarakat Purbalingga terhadap Jenderal Soedirman, seorang pahlawan yang berjuang, mencurahkan tenaga bahkan nyawa untuk Kemerdekaan Indoensia.
"Kita juga ingin membuktikan kepada masyarakat di luar sana bahwa meski selama 2,5 tahun Purbalingga dilanda pandemi covid-19, alhamdulillah, Purbalingga masih kompak, Purbalingga masih guyub rukun dalam persatuan kesatuan dan kebersamaan," ungkapnya.
Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Dipo Sabungan Lumban Gaol mengatakan Kirab Tandu ini bagian dari rangkaian Festival Jenderal Soedirman. Festival ini bertujuan untuk mengenang jasa Pahlawan Nasional Jenderal Soedirman.
"Perlu diketahui, Jenderal Soedirman adalah seorang pahlawan Indonesia, seorang Panglima Besar asal kelahiran Rembang, Purbalingga yang sangat masyhur di Indonesia," tambahnya. (OL-1)
Karya-karya Khoirul Anam tidak main-main. Seluruhnya telah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah, baik skala nasional maupun internasional.
Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Namira berhasil meraih Rekor MURI sebagai Perempuan Termuda peraih Six Star Finisher Medal di ajang World Marathon Majors (WMM) pada 30 Januari 2026 lalu.
Persagi bersama sejumlah mitra meluncurkan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Gelaran Parade Mi Nusantara berhasil meraih rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) atas penyajian 130 kreasi menu mi Nusantara dalam satu rangkaian acara.
Sebanyak 6.000 penari berkumpul dalam keselarasan gerak yang memukau untuk membawakan Tari Zapin Masal di Pekanbaru, Riau.
Melalui Gerakan Jambi Berpantun, daerah ini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai pemilik kumpulan pantun terbanyak di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved