Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mewaspadai potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Terlebih, kondisi cuaca yang saat ini cepat berfluktuasi, serangan OPT bisa saja lebih masif.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHPKP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, tak memungkiri potensi serangan OPT selalu saja ada di setiap waktu. Namun upaya-upaya pengendalian sudah dilakukan sedini mungkin untuk menghindari risiko kerugian cukup besar akibat dampak serangan OPT. "Sejauh ini serangan OPT masih bisa terkendali," terang Dandan, Senin (29/8).
Data DTPHPKP Kabupaten Cianjur, selama periode Januari-Juli tahun ini, lahan tanaman padi yang diserang berbagai OPT seluas 1.063 hektare. Beruntungnya, serangan dikategorikan ringan sehingga dampaknya tak terlalu signifikan.
"(Dampak) pasti ada, cuma tidak terlalu signifikan. Masih dalam ambang batas. Insya Allah (produksi padi) masih aman," ucap Dandan.
Jenis OPT yang menyerang lahan tanaman padi selama periode Januari-Juli yakni hama penggerek batang, tikus, blas, bakteri hawar daun, dan tungro. Luasan lahan tanaman padi yang diserang OPT jenis penggerek batang sekitar 260 hektare, tikus seluas 547 hektare, blas seluas 111 hektare, bakteri hawar daun seluas 132 hektare, dan tungro seluas 4 hektare. "Lahan tanaman padi yang paling luas akibat serangan hama tikus," ungkap Dandan.
Hama tikus menyerang lahan tanaman padi di 16 kecamatan. Rinciannya, di Kecamatan Cidaun seluas 3 ha, Naringgul 9 ha, Tanggeung 11 ha, Kadupandak 11 ha, Takokak 9 ha, Pagelaran 20 ha, Campaka 20 ha, Warungkondang 80 ha, Gekbrong 3 ha, Cilaku 90 ha, Sukaluyu 54 ha, Bojongpicung 60 ha, Karangtengah 56 ha, Cianjur 85 ha, Pasirkuda 31 ha, dan Haurwangi 5 ha.
"Yang paling sedikit itu hama tungro. Hanya sekitar 4 hektare yang diserang tungro. Lokasinya berada di Kecamatan Warungkondang," sebutnya.
Dadan menyebut dari 547 hektare lahan tanaman padi yang diserang hama tikus, seluas 545 hektare dikategorikan ringan. Sedang 2 hektare lagi serangannya dikategorikan sedang. "Tapi kami pastikan, serangan OPT ini tak berpengaruh terhadap produktivitas padi di Kabupaten Cianjur," pungkasnya. (OL-15)
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Pembangunan renovasi bangunan rutilahu milik almarhum dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan survei dan kajian.
Data anak yang kedapatan tidak sekolah itu diperoleh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan dilakukan melalui hasil survei pada tahun lalu.
Upaya mensterilkan lahan eks TPA Pasirsembung akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Rute kereta api wisata Jaka Lalana diharapkan bisa memperkuat potensi penerimaan pendapatan daerah karena Cianjur akan menjadi destinasi para wisatawan.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved