Rabu 24 Agustus 2022, 21:30 WIB

Pemprov Papua Dorong Pemerintah RI Layangkan Surat Protes ke Pemerintah PNG

Marcel Kelen | Nusantara
Pemprov Papua Dorong Pemerintah RI Layangkan Surat Protes ke Pemerintah PNG

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Pos Lintas Batas Indonesia-Papua Nugini di Jayapura, Papua

 

PEMERINTAH Provinsi Papua mendorong Pemerintah Pusat segera
mengeluarkan surat protes terkait penembakan kapal ikan asal Merauke oleh tentara Papua Nugini yang menyebabkan satu orang tewas, Senin (22/08) lalu di perairan Pulau Turi, Papua Nugini.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN)
Provinsi Papua, Suzanna Wanggai kepada wartawan di Merauke, Rabu (24/08) menyatakan, pihaknya masih menunggu konfirmasi dan kejelasan dari pemerintah Papua Nugini terkait peristiwa ini.

"Memang kalau kita lihat, nelayan kita salah karena menangkap ikan sudah masuk di wilayah perairan Papua Nugini. Namun kita juga harus melihat kejadian penembakan ini tidak manusiawi. Mereka (tentara PNG) mendatangi kapal dan langsung memberondong dengan tembakan," kata Susi, seusai mendampingi Sekda dalam rapat bersama Forkopimda Merauke dan pemangku kepentingan perbatasan RI-PNG di kantor Bupati Merauke.

"Tentu kita, pemerintah daerah akan mendorong bagaimana pemerintah pusat bisa membuat surat protes keras terhadap pemerintah Papua Nugini," tegasnya.

Ia pun mengakui bahwa sejauh ini fungsi pengawasan di wilayah perbatasan belum maksimal. "Dengan peristiwa ini akan menjadi evaluasi bagi kami semua, juga untuk para nelayan. Sebab ini bukan kali pertama terjadi. Di mana ada tempat yang bagus untuk mencari ikan, maka mereka pasti datang ke sana, tanpa memikirkan nyawa. Tentunya ini jadi pelajaran berharga bagi nelayan kita," ujar Susi.

Ia menambahkan, meski terjadi peristiwa ini namun hubungan baik antara
kedua negara Indonesia dan PNG harus tetap terjaga. "Ke depan kita akan komunikasikan lagi dengan baik. Nanti ada forum-forum diskusi. Kita akan duduk bicara bersama terkait dengan bagaimana dan kenapa sampai seperti ini. Tentu kita akan bersama membahasnya dengan
Kementerian Luar Negeri," paparnya.

Di kesempatan itu, Susi juga menjelaskan terkait dua kapal ikan asal
Merauke yang dinyatakan hilang saat peristiwa penembakan terjadi.
"Dua kapal sampai saat ini kita belum tahu keberadaan dan kita serahkan
sepenuhnya kepada perwakilan pemerintah kita di Papua Nugini dalam hal ini kedutaan besar RI di Port Moresby dan konsultan RI konsulat RI di Vanimo untuk terus berkomunikasi Intens dengan otoritas terkait di Papua Nugini," katanya.

Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya ke Merauke, Sekda Papua Ridwan
Rumasukun selain menghadiri rapat, juga menyerahkan bantuan mewakili
pemerintah Provinsi kepada keluarga korban dan 8 ABK yang selamat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal ikan KM Calvin 02 yang dinakhodai oleh Sugeng bersama 8 ABK sedang melakukan aktivitas
penangkapan ikan di perairan pulau Turi PNG. Mereka ditembaki oleh
kapal Patroli PNG dengan No. Lambung 401.

Akibat peristiwa itu, Sugeng tewas dengan luka tembak di bagian kepala. Sementara 8 ABK berhasil selamat, setelah menunjukkan jasad korban tewas kepada petugas patroli tentara PNG. (N-2)

 

Baca Juga

 MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Imunisasi Polio Tahap II di Pidie Dimulai 30 Januari

👤Amiruddin A.R 🕔Kamis 02 Februari 2023, 09:05 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, semakin gencar melakukan imunisasi polio terhadap anak-anak di seluruh kawasan...
dok.Ist

PAPDESI Gelar Musyawarah Daerah di Kabupaten Karawang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 08:30 WIB
PERKUMPULAN Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) menggelar kegiatan Musyawarah Daerah bersama ratusan kepala daerah di...
MI/HO

Tanggani Inflasi, Pemkab Mubar Bakal Gelar Pasar Murah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 07:55 WIB
PEMKAB Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara terus melakukan terobosan dalam penanganan inflasi daerah di awal 2023. Salah satunya ialah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya