Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
BANGKA Belitung (Babel) merupakan provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di musim kemarau potensi kathutla di Babel meningkat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, Mikron Antariksa mengatakan, sejumlah wilayah sudah ada yang melapor terjadinya karhutla. "Bangka dan Belitung serta Bangka Barat sudah ada laporan terjadi Karhutla tapi tidak luas sehingga dapat diatasi tim di lapangan dengan peralatan seadanya," kata Mikron, Selasa (9/8).
Menurutnya mikron dengan kondisi cuaca panas terik di tambah dengan angin kencang sangat berpotensi karhulta kembali terjadi di wilayah Babel. Untuk itu. Pihaknya selalu menghimbau masyarakat waspada dan tidak membakar sampah atau membuka kebun dengan cara membakar.
"Kalau untuk bakar sampah sebenarnya tidak masalah asalkan di tunggu tapi kalau bukan kebun dengan cara bakar itu dilarang dan dapat di pidana jika merambah ke karhutla," ujarnya.
Ia menambahkan pantauan satelit ada 13 titik panas yang kuat dugaan karhutla tersebar di Bangka, Bangka Barat Bangka Selatan dan Belitung. "Terbanyak di Bangka selatan 7 titik, bangka 1 titik, Bangka Barat 4 titik dan Belitung 2 titik dengan tingkat akurasi 8 dan 9,"ucap dia.
Selain itu, lanjut Mikron, saat cuaca panas dan angin kencang seperti sekarang ini, warga diimbau lebih berhati-hati untuk mencegah karhutla. Seperti membuang putung rokok yang masih ada bara api sembarangan karena bisa mengakibatkan kebakaran.
"Kondisi ilalang dan rerumputan saat ini kering. Sehingga jika ada putung rokok yang ada bara api dibuang sembarangan, berpotensi membakar, ilalang atau rerumputan," ungkap dia. (OL-15)
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
ANGIN kencang melanda wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/2) sekitar pukul 15.30 WIB.
Proses penanganan bencana banjir bandang di Babakan Madang belum tuntas, angin kencang melanda stadion Pakansari dan bagian tengah Kabupaten Bogor, Cibinong.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved