Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA Citayam Fashion Week (CFW) yang sedang heboh di Ibu Kota, ternyata turut menginspirasi sejumlah pihak. Tren pagelaran busana di ruang publik itu telah merambah ke berbagai daerah di Nusantara.
Tak mau kalah dengan yang diadakan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, sejumlah komunitas, pegiat sosial, hingga perangkat desa di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, juga ikutan tampil dalam fashion show.
Namun bedanya, mereka kompak tampil dengan busana tradisional kebaya dan pangsi yang menjadi ciri khas pakaian adat masyarakat Sunda. Acara yang dihelat pada Rabu (3/8) sore ini menyita perhatian masyarakat.
Kegiatan fashion show yang diadakan di Alun-Alun Lembang tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bandung Barat mendukung pendaftaran kebaya ke Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO.
Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mengatakan, tren fashion show kini tengah viral. Tetapi berbeda dengan daerah lain yang memeragakan pakaian yang nyentrik, pihaknya ingin mengangkat busana kebaya sebagai warisan bangsa Indonesia.
"Kita ingin mengambil konsep mengangkat kebaya agar diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Mudah-mudahan kita berhasil mendorong agar lebih dikenal di dunia seperti pencak silat," kata Hengky.
Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, OKI Optimalkan Potensi Lahan Pertanian
Istri Hengky Kurniawan, Sonya Fatmala, menyatakan, Kebaya Goes to UNESCO merupakan dukungan dari seluruh perempuan di Bandung Barat agar kebaya sebagai salah satu warisan bangsa Indonesia lebih terkenal di internasional.
"Masyarakat Indonesia mesti berbangga karena memiliki warisan busana nasional seperti kebaya. Oleh karena itu warisan peninggalan leluhur ini harus dipertahankan dan dimunculkan agar diakui oleh dunia," ucapnya.
Sekitar 2.000-an peserta ikut terlibat dalam acara tersebut, hal ini membuktikan bahwa masyarakat sangat antusias mendukung pelestarian kebaya agar tidak sampai diklaim oleh negara lain.
Sementara itu, Camat Lembang Herman Permadi menambahkan, bangsa Indonesia kaya akan jenis kebaya dengan ciri khas berbeda-beda di tiap daerah. Bahkan di wilayah Lembang saja, terdapat beberapa jenis kebaya dengan ciri khas masing-masing.
"Saya berkomunikasi dengan komunitas kabuyutan, ternyata kebaya di Lembang sudah biasa dikenakan pada jaman dulu, ada kebaya dari Cijeruk, Cijengkol, Cilumber, dan lain-lain. Namun sekarang sudah meredup karena tergerus zaman, tetapi semakin modern, pakaian jadi terlihat kurang sopan, makanya kita kembalikan lagi identitas tradisional kebaya," kata Herman. (OL-16)
Ernesto Abram juga mengaku ide dalam membuat karyanya terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia.
Di koleksi terbaru Sebastian Gunawan Signature, teknik lipat kertas digunakan untuk mencipta siluet kimono dan bentuk-bentuk kepompong.
Kali ini terinspirasi dari buku ilustrasi bunga-bunga dan Era Regensi Inggris, Biyan menyuguhkan koleksi yang mengawinkan kenaifan, kemewahan, dan kesan boyish.
Perlu ditekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara mengejar passion dan pendidikan formal.
Renda itu tampil dalam ragam motif dan intensitas, ada yang tampak seperti jaring halus saja namun ada pula dengan pola bunga besar dengan mata lubang yang besar.
Eni Joe memaknainya sebagai The Beautiful Heart for Difabel, meskipun dengan segala keterbatasannya atlet difabel mampu turut serta mendukung dan melestarikan budaya Indonesia.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Tahun 2025 kondisi usaha hotel dan restoran tidak ideal
Ada peningkatan kunjungan wisata di Bandung Barat sebesar 93.725 wisatawan
Perayaan kembang api hanya dilakukan sebagian kecil masyarakat di rumah masing-masing
Hotel bintang 5 itu secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai destinasi akomodasi premium
ARUS lalu lintas di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mulai mengalami lonjakan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Senin (22/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved