Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WABAH penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Bandung Barat, Jawa Barat menyebabkan peternak mengalami kerugian hingga Rp17 miliar. Angka tersebut dihitung dari banyaknya pedet (anak sapi) dan hewan ternak dewasa yang mati, produksi susu menurun bahkan banyak yang berhenti, serta bertambahnya pengeluaran untuk biaya pengobatan.
"Beberapa waktu lalu seorang ibu yang juga peternak sapi perah di Lembang mengeluh tak bisa membayar cicilan hutang karena delapan sapi miliknya mati. Padahal dari produksi susu, ibu ini membayar cicilan utang," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat, Wiwin Apriani, Rabu (3/8).
Ketua Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Dedi Setiadi menambahkan, akibat serangan PMK, produktivitas sapi dalam menghasilkan susu perah menurun hingga 80 persen. "Sebelum terjadi wabah, produksi susu yang dihasilkan dari sekitar 20 ribuan ekor sapi mencapai rata-rata 125 ton per hari," ucap Dedi.
Ditambahkan, saat ini wabah PMK di Bandung Barat bisa dikendalikan. Dalam seminggu terakhir belum ada lagi penambahan kasus baru. Gencarnya vaksinasi serta sosialisasi tentang cara pencegahan PMK kepada para peternak diklaim menjadi salah satu kunci sukses kasus PMK di Bandung Barat berhasil ditekan.
KWiwin mengungkapkan, total sudah sekitar 12.885 ekor hewan ternak yang telah divaksin dosis satu dan dua. "Sudah banyak hewan ternak divaksin, sedangkan bagi hewan yang tertular PMK, baru enam bulan lagi bisa divaksin," kata Wiwin.
Sejak dilaporkan kasus pertama akhir Mei lalu, dia menyebutkan, total sebanyak 13.801 ekor ternak tertular PMK. Sekitar 85 persen di antaranya telah dinyatakan sembuh. "Sisanya yang 15 persen masih dalam tahap penyembuhan," ujarnya. (OL-15)
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Kunjungan PDHI sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya deteksi dini penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah diwaspadai menjelang Iduladha.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Pemerintah daerah diminta aktif melaporkan hasil pemeriksaan hewan, baik sebelum (antemortem) maupun sesudah pemotongan (postmortem), melalui aplikasi iSIKHNAS.
JELANG Hari Raya Idul Adha, Pemkab Tuban, Jatim, meningkatkan pengawasan mobilitas ternak antarprovinsi.
Pemkab Bandung Barat membentuk Satgas Penanganan PMK yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI, Polri, asosiasi peternakan, dan sektor swasta.
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Komisi IV DPR RI mendorong penguatan sarana dan prasarana laboratorium berstandar internasional, pemenuhan alat identifikasi penyakit PMK.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menerima sebanyak 19.500 dosis alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat pada Januari 2026.
AFFA menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
HINGGA bulan Mei 2025, Wabah Virus mematikan African Swine Fever (ASF), telah menewaskan 1569 ekor hewan ternak babi milik warga Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemprov Jatim menyiapkan 2.598 orang petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak kurban baik pemeriksaan sebelum pemotongan dan pemeriksaan sesudah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved