Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mendukung Ganjar Pranowo, para ulama dan ribuan santri, bersama Sahabat Ganjar, lakukan Istighosah dan Sholawat Akbar. Kegiatan itu juga sebagai ajang silahturahmi serta memanjatkan doa bersama untuk Indonesia yang sejahtera. Kegiatan itu berlangsung di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (24/7).
Para ulama dan santri juga mendoakan agar Ganjar Pranowo dapat menjadi Presiden Republik Indonesia pada periode 2024-2029 mendatang. Diawali dengan membaca ayat suci Al-Qur’an, kegiatan di Kota Santri itu berjalan penuh hikmat.
Kegiatan itu menjadi semakin semarak karena terdapat penampilan hadroh dari para santri. Lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga pemutaran video Ganjar Pranowo sebagai keluarga ulama.
Baca juga: Emak-Emak Kota Cirebon Deklarasi Dukung Ganjar
Pada kesempatan itu juga tidak lupa terdapat sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an KH Ainul Yaqin SQ, sambutan dari Dewan Pembina Sahabat Ganjar Gus Khayat, dan sambutan dari kaum ulama KH Ahmad Rifai MA.
“Dengan berkumpulnya para ulama dan santri di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an yang kita banggakan ini, mari kita sama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Bapak Ganjar Pranowo dapat dilancarkan pada 2024 mendatang,” imbuh Hamalatul Qur'an KH Ainul Yaqin SQ.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan Istighosah dan Sholawat Akbar yang dipimpin Gus Khayat bersama para ulama dan pengurus pesantren dengan maksud memohon perlindungan, keberkahan, serta kelancaran dari sang pencipta Allah SWT. Lalu, kegiatan diakhiri dengan melakukan doa bersama.
“Ganjar Pranowo merupakan tokoh yang dekat dengan pesantren serta ulama. Beliau sendiri merupakan menantu dari Bapak Kyai Haji Hisyam Abdul Karim yaitu tokoh ulama yang sangat dicintai di Jawa Tengah. Melalui kegiatan ini, kami mempererat dukungan dan memperkuat doa agar Ganjar Pranowo di mudahkan Allah SWT pada 2024 mendatang,” sambung Gus Khayat Ketika memimpin Istighosah dan Sholawat Akbar.
Acara itu menunjukan besarnya dukungan ulama dan santri dalam mendorong Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024 mendatang. Ganjar dinilai sebagai tokoh yang tepat dalam memimpin Indonesia, dimana beliau dikenal dengan tokoh yang merakyat dan agamis. (RO/OL-1)
Dalam penyusunan Peraturan KPU (PKPU), termasuk aturan soal keterwakilan 30% perempuan dalam pencalonan legislatif dan syarat pencalonan mantan narapidana.
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
KONTESTASI Pemilu 2024 meninggalkan catatan kelam, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu di luar negeri, mulai dari tahap prapemungutan suara, pemungutan, hingga pascapemungutan.
Mantan Wapres AS Kamala Haris mengkritik Joe Biden dalam memoarnya. Ia menyebut keputusan Biden mencalonkan diri pada Pemilu 2024 sebagai tindakan nekat.
KPU RI melakukan kontrak dengan broker Alfalima Cakrawala Indonesia untuk penyewaan private jet.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bawa penyewaan pesawat jet saat pelaksanaan Pemilu 2024 dilakukan sebagai langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved