Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika sedang merampungkan
pembangunan Temporary Evacuation Shelter (TES) yang merupakan salah satu syarat yang wajib dimiliki sebuah kawasan pariwisata berstandar
internasional.
"Berkaca dari bencana gempa bumi pada 2018 silam di Pulau Lombok, kami
berkomitmen untuk semakin mematangkan prosedur, dan fasilitas untuk
menunjang mitigasi kebencanaan di The Mandalika. Salah satunya melalui
pembangunan TES, jalan akses dan fasilitasnya seperti tempat
berteduh dan toilet," kata Direktur Teknik dan SDM PT Pengembangan
Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development
Corporation (ITDC) Taufik Hidayat, Jumat (22/07).
Dikatakannya pembangunan TES ini merupakan implementasi ITDC untuk
mengantisipasi dampak bencana seperti tsunami dan gempa bumi di kawasan, hingga kemungkinan kecelakaan kerja seperti kebakaran. Di samping itu pembangunan TES juga dimaksudkan untuk semakin meyakinkan wisatawan dan pelaku wisata lainnya bahwa The Mandalika merupakan kawasan yang aman.
ITDC, lanjutnya, terus merealisasikan pembangunan tempat pengungsian
semetara atau TES yang tersebar di sejumlah titik di The Mandalika.
Pembangunan TES ini termasuk ke dalam masterplan pengembangan The
Mandalika.
Saat ini pembangunan TES telah mencakup tiga titik, yakni Bukit Masjid
Nurul Bilad, Bukit 360 Pertamina Mandalika Circuit, dan Bukit Merese.
Dua TES diantaranya, yakni di Bukit Masjid Nurul Bilad dan Bukit 360
Pertamina Mandalika Circuit, telah selesai dibangun. Sementara TES di
Bukit Merese saat ini pada tahap konstruksi akses jalan.
Dalam masterplan pengembangan The Mandalika, ITDC merencanakan penyebaran TES di 11 titik.
500 orang
Ke depannya, ITDC akan melanjutkan pembangunan TES pada sejumlah titik
evakuasi yang tersebar di zona barat hingga timur kawasan, antara lain
Bukit Benjon dan Bukit Seger untuk zona barat, Bukit Merese untuk zona
tengah, hingga Gerupuk untuk zona timur.
Setiap TES yang dibangun dapat menampung rata-rata hingga 500 orang
dewasa dilengkapi dengan jalan akses serta fasilitas umum yang memadai
untuk dapat digunakan oleh wisatawan dan pelaku wisata lainnya di The
Mandalika.
Penetapan lokasi, perencanaan, hingga pembangunan TES ini juga telah
dipersiapkan oleh ITDC dengan matang mengikuti persyaratan yang
ditetapkan pemerintah yakni, pembangunan TES wajib mengikuti pedoman
dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Syarat lain ialah berada pada ketinggian lebih dari 16,3 meter dari permukaan laut serta lokasi TES harus strategis dan mudah dijangkau oleh wisatawan maupun pelaku wisata lainnya.
Untuk itu, TES dibangun pada bukit-bukit yang ada di Kawasan The
Mandalika dengan ketinggian khusus serta memiliki permukaan yang tidak
curam. Selain berfungsi sebagai tempat tujuan evakuasi bencana, TES ini
juga nantinya dapat difungsikan sebagai spot wisata baru bagi para
wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika.
Keindahan alam
Taufik menambahkan TES didesain sedemikian rupa agar ke depan para wisatawan juga dapat mengakses wilayah ini sambil menikmati keindahan alam di The Mandalika.
Contohnya adalah TES di Bukit 360 Pertamina Mandalika Circuit, dimana
para wisatawan dapat menikmati keindahan Sirkuit dari atas bukit.
Selain itu, TES di Masjid Nurul Bilad yang dapat menampilkan keindahan Pantai Kuta dari atas.
"Ada pula pembangunan TES yang masih dalam tahap konstruksi di Bukit Merese, dimana para wisatawan dapat menikmati keindahan pantai dari atas bukit," tandasnya.
Selain penyediaan titik evakuasi yang memadai, The Mandalika juga telah
dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mitigasi kebencanaan seperti alat
komunikasi penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini
Tsunami Warning Receiver System New Generation (WRS NewGen) dari Badan
Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Selain itu juga fasilitas sirine peringatan tsunami di Bukit Nurul Bilad dan Bukit Bantar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah dan BMKG.
Untuk kelengkapan layanan Search and Rescue (SAR) disinergikan bersama Badan Nasional Pencarian Pertolongan (Badan SAR Nasional/BASARNAS), serta patroli oleh tim keamanan pada area operasional kawasan.
"Kami berharap melalui mitigasi kebencanaan yang kami siapkan di The
Mandalika dapat semakin melengkapi kawasan ini sebagai standar kawasan
pariwisata internasional yang terintegrasi sekaligus dapat memberikan
jaminan keamanan wisatawan dan pelaku wisata lainnya dari faktor
kebencanaan," tegas Taufik (N-2)
DPR mendesak pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk meninjau ulang kebijakan penurunan anggaran kebencanaan pada 2026.
BADAN Geologi mengungkapkan bahwa bencana tanah longsor Bandung Barat tepatnya di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten bukan semata-mata akibat alih fungsi lahan.
Adapun operasi SAR yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kecelakaan pesawat pada 3 Agustus 2025 terhadap pesawat latih PK-S126 yang jatuh di Desa Benteng, Ciampea.
Mobil penjernih air difungsikan mengolah air kotor menjadi air bersih layak konsumsi bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau dan mengevaluasi penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved