Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini tercatat sudah memasuki musim kemarau. Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) KLHK wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto mengatakan dari awal Januari hingga kini, kasus kebakaran hutan dan lahan terus berlangsung.
Ia mengungkapkan, jumlah luas lahan yang terbakar di semester pertama 2022 mencapai 472,07 hektare. Jumlah tersebut meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 100,9 hektare. "Tidak hanya terjadi di daerah rawan, namun titik api ternyata juga muncul di tiga wilayah baru," jelasnya.
Tiga wilayah baru kasus karhutla yakni Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan luas mencapai 43 hektare, Muara Enim 30 hektare, dan Musi Rawas 10 hektare. Penambahan tiga wilayah dianggap tidak biasa. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), ada pergeseran pola wilayah kebakaran di Sumsel.
"Tiga wilayah itu dulunya jarang terbakar. Tahun ini kebakaran terjadi cukup luas. Meski begitu rata-rata kebakaran lahan di ketiga wilayah itu bersifat sporadis dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektar," ungkap dia.
Pihaknya mencatat jika kebakaran lahan di Sumsel sebelumnya diakibatkan perambahan untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan, maka saat ini mulai bergeser untuk pembangunan kawasan perumahan. "Perubahan pola kebakaran lahan ini harus segera diantisipasi oleh pihak terkait," jelas dia.
Menurut Ferdian, perambahan lahan mulai meningkat sejak dua bulan terakhir. Jika tidak diantisipasi, ia mengkhawatirkan lahan yang dibakar akan menciptakan kebakaran lahan yang lebih luas.
Untuk mengantisipasi puncak kemarau yang pada Juli-September mendatang, pihaknya masih menargetkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Metode TMC yang sudah dilakukan selama 15 hari berdampak positif pada peningkatan curah hujan di Sumsel.
"Kita berharap dengan hujan buatan membaut lahan yang rentan terbakar akan terus basah dan embung tetap terisi air. Embung ini berdampak pada persediaan air saat ada lahan sekitar yang terbakar," pungkasnya. (OL-15)
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta Presiden Prabowo Subianto membantu penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved