Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT SEMEN Gresik (PTSG) mengoptimalkan bahan bakar alternatif atau
alternative fuel dan raw material (AFR) dengan memanfaatkan limbah kulit sisa produksi tas dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sebagai pendukung bahan bakar utama.
Senior Manajer Komunikasi dan CSR PTSG Dharma Sunyata mengungkapkan
pemanfaatan limbah kulit merupakan bagian dari perbaikan berkelanjutan
untuk mencapai manufacturing excellence. Tujuannya agar operasional pabrik lebih efisien serta mengurangi tingkat polusi udara karena rendah emisi.
Selain itu, limbah kulit dinilai lebih ekonomis karena dengan 1 ton limbah kulit mampu menggantikan 1,05 ton batu bara.
"Sesuai hasil analisis laboratorium menunjukan limbah sisa produksi tas
memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi mencapai 4.000 kal. Dengan demikian, limbah sisa produksi tas ini sangat berpotensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di samping bahan bakar utama batu bara," ujar Dharma, Selasa (21/02).
Ia menambahkan uji coba pemanfaatan limbah kulit ini dilaksanakan sejak
Maret 2022 lalu. Hingga Mei 2022 lalu, sekitar 122 ton limbah dari
perusahaan tas di Kabupaten Grobogan berhasil diolah menjadi AFR. Target TSR (thermal substitution rate) pada 2022 adalah 0,39%.
"Sebagai bahan bakar alternatif, kebutuhan limbah kulit dalam jangka
panjang diharapkan dapat terserap optimal hingga 40-50 ton/hari," tambahnya.
Dia menambahkan, tantangan industri semen di Tanah Air saat ini ialah kenaikan harga komoditas batu bara. Untuk itu, strategi keunggulan operasi perusahaan yang paling utama ialah cost leadership, keberlanjutan lingkungan dan inovasi.
Inovasi menggunakan limbah kulit sebagai bahan bakar alternatif, lanjut
dia, juga merupakan kesungguhan perusahaan atas komitmen sistem manajemen lingkungan yang handal, efisiensi energi, hingga penurunan emisi dalam jangka panjang. (N-2)
PENDEKATAN pengelolaan limbah berbasis Product Life Cycle (PLC) kini menjadi strategi kunci bagi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan.
Indonesia menjadi fokus Blue Generation untuk menghadirkan solusi inovatif yang mendorong partisipasi aktif dalam mengurangi limbah.
Sistem ini bekerja menggunakan panas ekstrem hingga 2.000°C berbasis teknologi plasma, sehingga limbah tidak menghasilkan dioksin dan furan yang berbahaya.
Di banyak kawasan perairan, benda-benda berbahan logam yang tenggelam justru malah menjadi rumah bagi ikan dan organisme laut lainnya.
MCCI memperkuat komitmen terhadap praktik industri yang berkelanjutan ramah lingkungan. Hal itu tercermin melalui penerapan sistem pengelolaan limbah terpadu.
Pemkab Tangerang menutup dan menyegel sebanyak 81 lokasi lapak limbah tanpa izin/ilegal yang ada di wilayah Sindang Jaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved