Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak terus meluas di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Hingga kini, tercatat sedikitnya 1.418 ekor ternak seperti sapi, kerbau dan kambing terpapar PMK.
Di tengah keterbatasan obat farmasi yang ada, dokter hewan dan peternak di Kabupaten Semarang memilih menggunakan obat tradisional dan herbal untuk menyembuhkan hewan dari penyakit tersebut. "Hasil pengobatan dengan obat tradisional dan herbal tersebut cukup efektif dengan tingkat kesembuhan 80 persen-90 persen," kata dokter hewan Mukhlas Yasi Alamsyah.
Obat tradisional dan herbal yang dibuat secara khusus itu, demikian Mukhlas, sebenarnya sudah dilakukan sejak 2000 lalu yakni untuk antibiotik penurun panas menggunakan daun rambutan dan ketika PMK merebak ditambah dengan tetes tebu serta bakteri lactobsciullus.
Dengan media air dan dedaunan digunakan antiradang, lanjut Mukhlas, kemudian diberikan kepada hewan ternak yang terpapar, sedangkan untuk luka pada kuku diberikan obat penyembuhan dari luar serta pembersihan kandang. "Cukup efektif dan murah, setiap hari saya menangani 15 ekor ternak," tambahnya.
Permadi, 60, pemilik ternak di Getasan, Kabupaten Semarang mengaku setelah mendapatkan penanganan intensif dengan diberikan obat tradisional dan herbal tersebut hewan ternak beberapa peternak di wilayah ini sudah membaik dan beberapa sembuh. "Cukup murah yakni tarif pengobatan hanya Rp50 ribu, sehingga banyak peternak di wilayah ini sekarang menggunakan obat tradisional dan herbal," katanya. (OL-15)
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Selain melakukan monitoring terhadap ternak secara terus menerus lanjut dia pihaknya tetap menjalin komunikasi secara intens dengan para peternak yang ada di Pematangsiantar.
Koresponden Harian Umum Media Indonesia Faishol Taselan meraih juara 2 Lomba Karya Tulis Wartawan (LKTW) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan wilahnya bebas sapi berpenyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Ramadan 2023
PEMERINTAH Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/2) menyerahkan uang ganti rugi ternak milik warga yang terpaksa dipotong karena terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Denpasar, Bali terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
PENJUALAN hewan ternak khususnya sapi di Palu, Sulawesi Tengah, mengalami penurunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved