Senin 30 Mei 2022, 22:30 WIB

Air Sungai Cimeta di Bandung Barat Berwarna Merah

Depi Gunawan | Nusantara
Air Sungai Cimeta di Bandung Barat Berwarna Merah

MI/Depi Gunawan
Kondisi Sungai Cimeta di Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat berubah warna menjadi merah

 

WARGA dihebohkan kondisi Sungai Cimeta yang berubah warna menjadi merah. Perubahan warna air sungai ini ditemukan pada Senin (30/5) pagi di aliran yang melewati Desa Tagogapu dan Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

"Kira-kira setelah subuh tadi, warna air masih normal seperti biasa tapi sekitar jam 6 pagi lewat, warna air sudah berubah jadi memerah," kata warga Tagogapu, Ani Mulyani, di sekitar Sungai Cimeta.

Ani mengaku baru pertama kali melihat warna air sungai berubah menjadi merah. Dirinya pun tidak mengetahui penyebab perubahan warna air.

"Semenjak tinggal di sini, baru sekarang saya melihat warna airnya berubah," ucapnya.

Belakangan diketahui jika fenomena perubahan warna air sungai menjadi merah itu diduga dilakukan warga yang membuang karung berisi pewarna ke sungai di Kampung Cikamuning, RT 20 RW 01 Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang.

Sebelumnya warga menemukan tumpukan karung di pinggir Jalan Raya Padalarang-Purwakarta tepatnya di seberang SD Negeri 1 Tagogapu. Karena bisa menghalangi aliran air, karung tersebut lalu dibuang ke sungai.

"Tadi kakak saya membuang isi karung karena menghalangi supaya jika terjadi hujan tidak sampai meluber ke jalan," kata Agus Rosandi, warga lainnya.

Menurut Agus, kakaknya mengira jika karung yang dibuang berisi tanah tetapi ternyata ketika tercampur air sungai, malah jadi berubah warna.

"Diperkirakan isinya pewarna makanan, masih berbentuk serbuk. Mungkin berasal dari sebuah pabrik makanan," tuturnya.

Baca juga: Diduga Ada Pencemaran di Laut dan Pesisir Lampung, IPB University Lakukan Kajian

Sementara itu, Satgas Citarum Harum Sektor 9 menduga pencemaran air Sungai Cimeta akibat tercemar limbah pewarna kain. Dugaan itu setelah anggota Satgas Citarum Harum melakukan pengecekan aliran sungai dan mengambil sampel air.

"Jika dilihat secara logika dan dipegang, terus menempel di tangan dan susah dihapus, itu biasanya berasal dari bahan pewarna kain," terang Komandan Subsektor 9 Satgas Citarum Harum, Kholid Abdurrahman.

Apalagi pihaknya menemukan barang bukti serbuk tinta berwarna merah di sekitar aliran Sungai Cimeta. Barang bukti tersebut kemudian dibawa untuk dicek di laboratorium.

Sejauh ini berdasarkan hasil pengecekan sementara terkait Ph, lanjut dia, kondisi air sungai masih normal diangka 6. Tetapi untuk kepekatan warnanya harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biologycal Oxygen Demand (BOD).

"Pengecekan hanya bisa dilakukan di laboratorium dan hasilnya baru keluar setelah 5 jam. Kami akan tindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama DLH Bandung Barat dan pihak provinsi," ucapnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Sopir Bus Gagalkan Pengiriman 4,5 Kg Ganja ke Jakarta

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 22:54 WIB
Dua pelaku yang mengirim paket tersebut, kata dia, saat ini masih dalam pencarian. Namun, identitas keduanya sudah dikantongi...
ANTARA/Feny Selly

Gubernur Sumsel Cemaskan Nasib Piala Dunia U-20

👤Dwi Apriani 🕔Senin 03 Oktober 2022, 21:31 WIB
Indonesia sudah lama ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan diselengarakan di enam kota di Indonesia pada Juni 2023...
dok.Humas Pemprov Jateng

Jokowi Bertemu Ganjar di Tengah Deklarasi Anies Capres Nasdem

👤Haryanto 🕔Senin 03 Oktober 2022, 21:24 WIB
PRESIDEN Jokowi menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di tengah momentum deklarasi Partai NasDem yang mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya