Selasa 10 Mei 2022, 18:44 WIB

Waspada Hepatitis Akut, Sumsel Siapkan Seluruh Fasilitas Kesehatan

Dwi Apriani | Nusantara
Waspada Hepatitis Akut, Sumsel Siapkan Seluruh Fasilitas Kesehatan

DOK MI
Ilustrasi

 

MESKI belum ditemukan kasus hepatitis akut di Sumatera Selatan, namun kesiapsiagaan sudah dilakukan pemerintah setempat. Bahkan semua rumah sakit serta fasilitas kesehatan di Sumsel sudah disiapkan apabila ditemukann adanya kasus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nuraini mengatakan sesuai edaran dari Kemenkes maka semua fasilitas pelayanan kesehatan harus siap. "Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) baik rumah sakit, Puskesmas, Labkes, KKP, harus melakukan pemantauan dan melaporkan jika ada terindikasi kasus tersebut," katanya, Selasa (10/5).

Diakui Lesty, semua fasyankes di Kabupaten/Kota telah diimbau untuk siap melayani masyarakat jika ada gejala-gejala Hepatitis akut. Lalu meningkatkan surveilan, membantu agar segera diketahui penyebab Hepatitis dan meningkatkan kegiatan terkait respon SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) yang merupakan suatu sistem yang dapat memantau perkembangan trend suatu penyakit menular.

"Kami juga minta agar masyarakat jangan panik dengan adanya kasus hepatitis akut. Tapi harus tetap waspada. Untuk itu pahami gejalanya, dan pahami apa yang harus dilakukan," kata dia.

Lesty menjelaskan gejalanya seperti mual, muntah, diare berat, demam ringan, sedangkan gejala lanjutannya air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat. Kemudian warna mata dan kulit menguning  gangguan pembekuan darah, kejang hingga menurunnya kesadaran.

"Masyarakat diharapkan mengetahui gejala-gejala Hepatitis akut yang belum diketahui pasti penyebabnya dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika ada yang menunjukkan gejala-gejalanya," katanya.

Lesti menjelaskan, ada empat langkah penting penanganan Hepatitis akut pertama waspadai gejala awal seperti diare, mual, muntah, sakit perut, dan dapat disertai demam ringan. Jika muncul gejala awal jangan panik. Segera bawa pasien ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan.

"Jangan menunggu gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning, agar tidak terlambat dan keempat, jika terjadi penurunan kesadaran segera bawa pasien ke rumah sakit dan fasilitas ICU anak," jelasnya.

Untuk pencegahannya maka terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terapkan Protokol Kesehatan (Prokes), jaga kebersihan lingkungan, jangan tukar menukar alat makan, dan makan makanan yang pasti kebersihannya. "Hindari kerumunan, dan jaga kesehatan supaya tetap kuat. Dan agar saluran cerna aman maka rutin cuci tangan dengan sabun, pastikan makanan yang akan dikonsumsi dalam keadaan matang dan bersih," ujarnya. (OL-15)

 

Baca Juga

ANTARA

Tiga Sapi Terindikasi Terjangkit PMK, Cianjur Tingkatkan Pengawasan

👤Benny Bastiandy 🕔Senin 23 Mei 2022, 19:20 WIB
TIGA ekor sapi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terindikasi terjangkit penyakit mulut dan kuku...
DOK MI

Harga Pupuk Non Subsidi Selangit, Petani Kelapa Sawit Di Bangka Menjerit

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Senin 23 Mei 2022, 19:14 WIB
HARGA pupuk non subsidi di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel) saat ini...
DOK MI.

Semua Kecamatan di Banjarmasin Terkena Banjir Rob

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 Mei 2022, 19:09 WIB
Banjir rob juga menimbulkan genangan setinggi sekitar 15 cm di kawasan Jalan RE Martadinata hingga halaman Balai Kota di Kelurahan Kertak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya