Selasa 03 Mei 2022, 22:55 WIB

Kementerian PUPR Rampungkan Revitalisasi Tiga TPA Sampah di Jatim

Insi Nantika Jelita | Nusantara
Kementerian PUPR Rampungkan Revitalisasi Tiga TPA Sampah di Jatim

DOK MI
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan revitalisasi tiga tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah di Jawa Timur (Jatim).

TPA tersebut ialah TPA Sampah Supit Urang di Kota Malang, Jabon di Kabupaten Sidoarjo, dan Sekoto di Kabupaten Kediri. Pengembangan kegita TPA Sampah menggunakan sistem sanitary landfill atau sistem pemusnahan sampah untuk meminimalisir dampak pencemaran, baik air, tanah, maupun udara.

“Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah skala kota/kabupaten efektif untuk volume sampah yang tidak terlalu besar," kata Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dalam siaran pers, Selasa (3/5).

Menteri PUPR mengatakan penanganan masalah sampah di Jawa Timur dapat dilakukan melalui dua aspek, yakni struktural dengan membangun infrastruktur persampahan dan nonstruktural seperti mendorong perilaku hidup bersih.

Pengembangan sistem sanitary landfill TPA Supit Urang dikerjakan sejak Juli 2018 dan selesai di 2020. TPA ini memiliki kapasitas 953,340 m3 untuk melayani sampah rumah tangga penduduk Kota Malang sebanyak 707.015 jiwa atau setara dengan 400 ton per hari.

PUPR menjelaskan, pengelolaan sampah sistem sanitary landfill pada TPA Supit Urang diawali penimbangan sampah dan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.

Sampah organik diolah melalui fasilitas composting dengan muatan maksimal 15 ton per hari. Sampah anorganik akan dipilah secara manual pada sorting area berkapasitas 35 ton per hari. Sedangkan, sampah residu akan dipadatkan, ditampung di landfill, dan ditimbun dengan tanah ketika muatan mencapai batas maksimal.

Landfill merupakan lahan cekung seluas 5 ha beralaskan lapisan-lapisan kedap air dan memiliki umur layanan 5-7 tahun. Fungsinya untuk mencegah air sampah yang berasal dari guyuran hujan meresap ke dalam tanah.

Selanjutnya, TPA Sampah Jabon di Sidoarjo juga selesai dibangun pada 2020 dengan memanfaatkan lahan seluas 18,8 hektare (ha) untuk membangun pengolahan sampah sistem sanitary landfill. Sejak 2018, TPA Jabon memulai pembangunan sanitary landfill seluas 5,89 ha dengan kapasitas 1.650.000 m3.

Sama dengan TPA Sampah Supit Urang di Malang, TPA Jabon dibangun dengan program Program Emission Reduction in Cities–Solid Waste Management (ERIC-SWM) mampu menampung sampah rumah tangga warga Sidoarjo yang berjumlah sekitar 900 ribu jiwa atau setara 450 ton per hari.

Sistem pengelolaannya menggunakan teknik pemilahan berkapasitas 35 ton/hari, pengomposan berkapasitas 15 ton/hari, dan instanlasi pengolahan limbah (IPL) berkapasitas 300 m3/hari dengan umur layanan 5-7 tahun.

Terakhir, TPA Sampah Sekoto telah rampung dibangun pada 2021. Layanan TPA Sampah ini dimulai sejak 1985 meliputi 9 kecamatan di Kabupaten Kediri.

Perencanaan pembangunan TPA baru telah dimulai pada 2018 dan dimulai tahun 2020 berbasis sistem control landfill dilengkapi IPL dengan lahan seluas 4 hektar. Pembiayaan TPA Sekoto didanai melalui skema Multi Years Contract (MYC) APBN 2020/2021 sebesar Rp31 miliar. (OL-15)

Baca Juga

Antara/Fikri Yusuf

Tren Healing Melukat di Carangsari, Berkahnya Mengalir Hingga ke APBD Kabupaten

👤Iis Zatnika 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 23:09 WIB
Berkendara 90 menit saja dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, kita akan tiba di Desa Wisata Carangsari, Kabupaten Badung,...
Ist

Jogja Fair 2022 Digelar Bersamaan Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 23:00 WIB
Event berkelas yang memadukan dari segi bisnis, edukasi, dan hiburan ini akan dihelat di Jogja Expo Center pada 6-9...
DOK Sahabat Ganjar

Emak-Emak Kuningan Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo

👤Widhoroso 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:35 WIB
DUKUNGAN terhadap Ganjar Pranowo untuk maju dalam pilpres 2024 terus mengalir. Kali ini, dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah itu datang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya