Sabtu 16 April 2022, 09:50 WIB

PLTG Maleo di Gorontalo Diyakini bakal Tekan Impor BBM

mediaindonesia.com | Nusantara
PLTG Maleo di Gorontalo Diyakini bakal Tekan Impor BBM

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
PLTG Gorontalo

 

Pengoperasian proyek fasilitas jasa kompresi gas Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Maleo, Gorontalo, bakal menghemat impor bahan bakar minyak (BBM) dan makin ramah lingkungan.

Corporate Secretary PT PLN Gas & Geothermal (PLN GG) Astro mengatakan perusahaan bersama Pelayanan Energi Batam (PEB) dengan Kerja Sama Operasi (KSO) PT Atamora Tehnik Makmur - PT Sinergi Pratama Sukses (SPS) mengoperasikan proyek fasilitas jasa kompresi gas PLTG Maleo, Gorontalo.

"Saat ini kami mendapat pasokan gas LNG (liquefied natural gas) dari Bontang dengan pengantaran kapal,” ujarnya, Selasa (12/4)

Seperti diketahui, pasokan LNG dari Bontang itu diantar menggunakan kapal LNG milik PT GTS Internasional Tbk yang di carter oleh PT Pelindo Energi Logistik (PEL). Lantas, gas cair itu diubah menjadi gas oleh kapal FSRU yang juga dioperasikan oleh GTS Internasional.

Nantinya, tuturnya, proyek tersebut memiliki kemampuan output 24 standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MSCFD) untuk membangkitkan PLTG Maleo dengan kapasitas 100 MW. Proyek ini merupakan kelanjutan dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 13 Tahun 2020 dan diperbarui dengan Kepmen ESDM Nomor 2 Tahun 2022.

Direktur Utama PLN GG Mohammad Riza Affiandi sebelumnya mengatakan infrastruktur tersebut merupakan fasilitas konversi BBM menjadi LNG untuk pasokan listrik di PLTG Maleo. Kontrak dimulai pada Juli-Agustus 2021.

Proyek strategis ini merupakan yang pertama dibangun setelah diketok palu aturan Kepmen ESDM 13/2020 dan Kepmen ESDM 2/2020 oleh anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan konsorsium nasional.

Dia menjelaskan, konversi BBM High Speed Diesel (HSD) menjadi gas dapat menurunkan biaya produksi PLTG sekaligus lebih ramah lingkungan. Selain itu, kata dia, dapat membantu mengurangi impor BBM.

Sementara itu, Direktur Proyek KSO Atamora-SPS Doliano M. Siregar menyampaikan, gas dari LNG cargo yang ditransfer ke Floating Storage Regasification Unit (FSRU), disalurkan ke Pembangkit 100 MW lewat fasilitas kompresi milik KSO ATM-SPS.

Menurut dia, LNG untuk regasifikasi merupakan produksi dari sumur-sumur gas dalam negeri. Cadangannya masih berlimpah. PLTG Maleo sendiri berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo. (RO//M-4)

Baca Juga

MI/Amiruddin Abdullah Reubee

USK dan Pemkab Aceh Selatan Kerja Sama Peta Risiko Bencana

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 09:16 WIB
"Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Banjir Aceh Selatan yang akan dibuat ini sepenuhnya untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat...
MI/Seno

Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemprov Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 08:41 WIB
Berdasarkan data hasil Studi Status Gizi Indonesia pada 2021, prevalensi stunting di Kalsel mencapai 33,08% atau berada pada urutan 6...
MI/Hendra

Menyelamatkan Danau Maninjau, Objek Wisata Unggulan di Agam

👤Yose Hendra 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 08:00 WIB
Kondisi fisik dan ekologi danau kini telah mengalami degradasi atau penurunan, sehingga perlu pengelolaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya