Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 291 warga di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kamis (31/3) menerima Bantuan Tunai Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung, dan Nelayan (BTPKLWN).
Bantuan uang tunai disalurkan kepada PKL, pedagang warung dan nelayan yang terdampak covid-19. Bantuan tahap dua itu diberikan senilai Rp600 ribu per orang. Bantuan disalurkan anggota Polres Lembata. Ditargetkan sebanyak 16.500 orang di Kabupaten Lembata menjadi penerima bantuan tersebut.
Kamis (31/3) bantuan uang tunai tersebut disalurkan di halaman taman baca Kantor Polres Lembata.
Kepala Kepolisian Resort Lembata, Ajun Komisaris Besar Dwi Handono Prasanto menjelaskan kepada penerima, polres juga mengajak mereka mengikuti vaksinasi tahap I dan II.
"Kegiatan vaksinasi didukung tim dokter dan tenaga kesehatan dari puskesmas di Kecamatan Nubatukan," tambah Humas Polres Lembaga Brigadir Kepala Tommy Bartels.
Bantuan uang tunai kepada para pedagang kaki lima dan nelayan terdampak
covid-19 ini bersumber dari pemerintah pusat disalurkan melalui jajaran
Polri.
"Bantuan ini dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi kepada para
pengusaha kecil dan nelayan terdampak wabah virus korona," sambung Dwi Handono.
Penyaluran bantuan uang tunai dipantau Kapolres Lembata, Wakapolres Komisaris Johanis Chirstian Tanauw, dan Kabag Operasional Ajun Komisaris Agus Salawane.
Gabriel Tamo Ama, penerima bantuan mengaku sangat senang karena bisa mendapatkan bantuan. "Dana bantuan akan digunakan untuk mnambah modal," kata penjual sayur itu. (N-2)
Petugas mengimbau masyarakat maupun pengunjung agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved