Rabu 30 Maret 2022, 21:47 WIB

Harga Nilam Melorot Semangat Petani Parigi Moutong Merosot

Mitha Meinansi | Nusantara
Harga Nilam Melorot Semangat Petani Parigi Moutong Merosot

MI/Mitha Meinansi
Proses pengolahan tanaman nilam menjadi minyak nilam di di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tenga, Rabu (30/3)

 

BUDIDAYA tanaman Nilam sempat mengalami kejayaan di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada tahun 2021. Saat itu harga minyak nilam perkilonya mencapai Rp650 Ribu. Para petani pun ramai menanam nilam di area perkebunan mereka.

"Harapan kami, pemerintah lebih mendorong supaya harga nilam kembali membaik, demi mendorong perkembangan ekonomi masyarakat,"  ujar Arfi Seran, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Rajawali, di Desa Maleali, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (30/3).

Nilam adalah suatu semak tropis penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan sama. Tanaman itu umum dimanfaatkan bagian daunnya untuk diekstraksi minyaknya, dan diolah menjadi parfum, bahan dupa, minyak atsiri, antiserangga, dan biasa digunakan pada industri kosmetik.

Menurut Arfi, harga jual minyak nilam saat ini, hanya berada di angka Rp415 Ribu. Dari nilai itu KTH hanya bisa mendapatkan untung Rp15 Ribu,  karena untuk sekilo minyak nilam dibeli dari petani dengan harga Rp400 Ribu.

Petani nilam masih harus membeli pupuk tanaman termasuk pupuk cair dan obat-obatan, dengan harga yang cukup tinggi, yakni Rp295 Ribu per 250 Cc, sehingga mereka harus merugi jika menjual dengan harga rendah, karena itu para  petani nilam seperti kehilangan semangat.

Apalagi untuk sekarung tanaman nilam kering seberat 30 kilogram, setelah diolah hanya menghasilkan 1 kilogram minyak nilam. Di tahun 2020, minyak nilam yang dihasilkan dapat mencapai 79 kilogram per bulan, sementara di tahun 2021 menurun tinggal 49 kilogram.

Angka itu terus menurun diikuti dengan merosotnya harga jual nilam dipasaran. Karena itu Arfi menginginkan perhatian pihak berkompeten untuk dapat menstabilkan harga penjualan.

"Untuk penjualannya, harapan kami, buyer atau pembeli itu langsung kepada kelompok tani, tanpa harus melalui tengkulak supaya harga bisa stabil kembali. Jadi sekarang kami berusaha untuk menjual langsung ke surabaya," aku Arfi.

Selain penyulingan minyak nilam, jenis produk usaha yang dikembangkan oleh KTH Rajawali Maleali adalah pembuatan sirup buah pala, dari wilayah kelola seluas 124 Ha, dan berada dalam kawasan hutan produksi tetap (HPT).

Kini mereka melakukan usaha produksi dari bantuan proyek Forest Investment Program 2 (FIP 2) atau Program Investasi Hutan Proyek II, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan dukungan World Bank. (OL-13)

Baca Juga: Kesal Jalan Rusak Warga Tasikmalaya Minta Firli Turun Tangan

 

Baca Juga

MI/ HO

Ilyas Akbar Gelar Jalan Santai Bersama Warga Karanganyar

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 13:15 WIB
Jalan sehat bersama Karang Taruna ini juga dalam rangka menyambut Dirgahayu Indonesia...
Pemrov Jatim

Jatim Borong 32 Penghargaan BKN Award 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 12:32 WIB
Khofifah menyebut penghargaan itu merupakan buah kerja keras pemkab/pemkot untuk meningkatkan mutu...
MGN/Rizal Fahlevy

Warga Ngawi Laporkan Penemuan Perahu Kuno Berusia Ribuan Tahun

👤Rizal Fahlevy (MGN), Muklis Efendi (MGN) 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 11:15 WIB
Petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi, Daut Salempang mengungkapkan mitosnya warga mengatakan ini...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya