Rabu 23 Februari 2022, 11:12 WIB

Banyak Sekolah Abaikan Prokes Saat Jalani Pembelajaran Tatap Muka

 Atalya Puspa | Nusantara
Banyak Sekolah Abaikan Prokes Saat Jalani Pembelajaran Tatap Muka

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Siswa didampingi gurunya mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di SDN 01 Narimbang, Lebak, Banten.

 

BANYAK sekolah yang sembrono dalam menjalankan pembelajaran tatap muka di tengah penularan kasus covid-19 yang masih tinggi. Hal itu dibuktikan dari laporan yang diterima Tim Lapor Covid-19.

Sepanjang Januari 2022, Lapor Covid-19 mengaku telah menerima sebanyak 106 aduan dari masyarakat terkait pelanggaran protokol kesehatan di satuan pendidikan.

Salah satu aduan yang datang ialah dari warga dari Kabupaten Sukabumi. Warga tersebut menyatakan pada 28 Januari 2022 terdapat 60 lebih siswa yang memiliki gejala covid-19 di satu sekolah.

"Setelah diswab antigen, ada 100 lebih yang hasilnya positig namun sekolah tidak melanjutkan tes PCR karena takut ketahuan dinas kesehatan setempat," kata warga tersebut dikutip dari laman Lapor Covid-19, Rabu (23/2).

Laporan serupa juga datang dari seorang warga di Kabupaten Lebak pada 16 Februari 2022. "Istri saya dipaksa maasuk sekolah, di mana kepala sekolah tersebut terinfeksi covid-19. Banyak prokes yang tidak dipatuhi," keluh warga tersebut.

Melihat banyaknya laporan warga mengenai pelaksanaan PTM, Lapor Covid-19 meminta pemerintah untuk menunda kegiatan PTM dan beralih ke pembelajaran jarak jauh hingga penularan terkendali.

"Selain itu, pemerintah harus mengevaluasi satuan pendidikan terkait kesiapan sarana dan prasarana protokol kesehatan," ucapnya.

Pemerintah juga didorong untuk memfasilitasi satuan pendidikan agar memiliki tim satgas di lingkungan sekolah yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan terdekat.

"Selain itu mempercepat vaksinasi dosis lengkap kepada anak terutama anak usia 6-11 tahun," imbuhnya.

Sepanjang Januari 2022, tercatat ada sebanyak 1.522 warga satuan pendidikan yang terinfeksi covid-19 karena penularan di sekolah. Anak-anak yang belum mendapatkan vkaisnasi lengkap, dalam hal ini memiliki peluan keparahan apabila terinfeksi covid-19.

"Anak juga berpotensi mengalami komplikasi multisistem inflammatory syndrome in children associated with covid-19 (MIS-C) atau komplikas long covid lainnya yang berdampak pada kinerja kesehatan organ tubuh di masa yang akan datang," pungkas Lapor Covid-19. (Ata/OL-09)

Baca Juga

MGN/Bambang Yulianto

3 Hektare Padi Siap Panen Rusak Terserang Hama Wereng

👤Bambang Yulianto (MGN), Yuchri Prabudi (SB) 🕔Senin 04 Juli 2022, 13:49 WIB
SELUAS tiga hektare tanaman padi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang siap panen rusak terserang...
Antara

Hewan Ternak Sembuh dari PMK di NTB Capai 28 Ribu Ekor

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 11:30 WIB
Angka kesembuhan hewan ternak dari serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat hingga mencapai 28.132...
Dok. Rodalink Indonesia

Dorong Gaya Hidup Sehat, Rodalink Tambah Outlet Baru di Bandung Raya

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 11:04 WIB
Lokasinya persis di seberang Rumah Sakit Karisma atau sekitar 1 km dari pintu tol Padalarang dan Kota Baru...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya