Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Pemandu Wisata Asing Ancam Pariwisata Bali

Arnoldus Dhae
25/5/2016 15:43
Pemandu Wisata Asing Ancam Pariwisata Bali
(ANTARA)

BANYAK wisatawan asing yang datang ke Bali membawa pemandu dari negara mereka. Keberadaan pemandu wisata asing ini ternyata membawa petaka bagi industri pariwisata Bali.

Sebagaimana data yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Denpasar belum lama ini, wisatawan asal Tiongkok datang ke Bali karena diassement pemerintahnya, membawa agen, dan pemandu sendiri. Mereka biasanya order destinasi melalui website sendiri, dari orang ke orang, menggunakan website pribadi dan sebagainya.

Data lain menyebutkan, sudah terjadi pergeseran ketertarikan wisatawan Tiongkok terhadap pariwisata budaya yang menjadi roh pariwisata Bali. "Kami sudah merancang untuk menggandeng pihak-pihak tertentu menangkap pemandu wisata asing asal Tiongkok itu. Mereka tidak paham Bali dengan keunikan budayanya," kata Kepala Perwakilan BI Denpasar Dewi Setyowati, Rabu (25/5).

Data yang disampaikan BI Perwakilan Bali ini mendapat perhatian serius DPRD Bali. Ketua Pansus Ranperda Provinsi Bali tentang Pramuwisata, AA Ngurah Adhi Ardhana menjelaskan, pemerintah akan menertibkan pemandu wisata asing dengan mewajibkan untuk mendapat sertifikasi budaya Bali. Sertifikasi itu ditandai dengan mengantongi Surat Keterangan Pemberitahuan Budaya Bali.

Payung hukumnya akan diatur dalam Ranperda Provinsi Bali tentang pramuwisata yang tengah dibahas DPRD Bali. "Walaupun mereka sudah punya izin pramuwisata, namun ketika berada di Bali harus memiliki sertifikasi budaya Bali. Saya sebagai ketua pansus memang mendorong regulasi yang tegas membatasi kegiatan ilegal dari pramuwisata yang tidak bersertifikasi budaya Bali serta meningkatkan kualitas SDM pramuwisata lokal Bali," tegas Adhi Ardhana.

Politisi PDIP ini mengatakan, pramuwisata yang tidak memahami budaya Bali tentu sangat merugikan pariwisata Bali. Sebab, pramuwisata tersebut tidak bisa menjelaskan kepada wisatawan tentang tentang budaya Bali.

Menurut dia, hal ini juga menjadi salah satu faktor terjadi pergeseran ketertarikan wisatawan di Bali dari pariwasata budaya. "Penyebab turun minat terhadap suatu produk adalah menurunnya kualitas, tidak dipasarkan dengan baik serta terjadinya kejenuhan," kata Ardhana. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya