Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
BULOG Surakarta kini tengah berinovasi memproduksi beras petani menggunakan Modern Rice Milling Plant (MRMP). Ini diharapkan mampu menjaga kualitas, dan sekaligus sebagai sarana mempersempit ruang gerak para tengkulak gabah.
"Keberadaan sentra produksi beras dengan MRMP ini penunjukan dari Kantor Bulog Pusat. Di Jawa Tengah ada dua yakni di Gudang Beras Masaran, Sragen yang kini sedang tahap uji coba mesin dan Kendal. Satunya lagi yang sudah terpasang adalah di Subang, Jabar," papar Kepala Bulog Surakarta, Sri Muniati kepada Media Indonesia, Rabu (26/1) di Kantor Colomadu.
MRMP yang dipasang di Gudang Bulog Masaran, nantinya menyerap hasil panen gabah petani Sragen, untuk ditampung dan dikeringkan oleh mesin pengering. Kemudian disimpan di mesin silo dan menghasilkan beras berkualitas premium.
"Beras hasil modern RMP ini dijual dengan harga setara beras kualitas medium. Kami yakini, penyerapan dan pengolahan gabah menjadi beras dengan moderen RMP ini akan mampu meminimalisasi potensi tengkulak dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani," imbuh dia.
MRMP yang terpasang di Gudang Bulog di Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran ini, terdiri dari pengering 'dryer' dengan kapasitas 120 ton per hari, penggilingan gabah atau 'rice milling unit' (RMU) sebesar 6 ton per jam, dan silo atau tempat penyimpanan gabah sebanyak 3 unit dengan kapasitas 2.000 ton.
''Nanti semua siap jual. Kualitas premium harga terjangkau," kata Sri Muniati sembari menegaskan, .
Bulog Surakarta pada akhir Januari ini sudah siap melakukan pengadaan gabah tahap pertama melalui program pengadaan jangka panjang bertarget (PPJPB) .
Dalam satu semester pertama 2022 ini, Bulog Surakarta mendapatkan target sebanyak 7.500 ton setara beras, dari 17 mitra yang menandatangani kontrak kerja pada Desember lalu. Nantinya gabah itu akan diolah menjadi beras menggunakan modern RMP.
Sepanjang periode 2021 lalu, Bulog yang membawahi enam kabupaten di Solo Raya ini sudah melakukan penjualan Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yakni program penyaluran cadangan beras pemerintah dengan stok kualitas medium sekitar 87% dari target penjualan.
Bulog Surakarta, lanjut dia, meminta kepada seluruh mitra usaha di Solo Raya dapat bekerja sama menyukseskan program pemerintah dalam cadangan beras pemerintah melalui jalur Public Service Obligation (PSO).
Hingga kini, stok beras di Bulog Surakarta masih 5.600 ton setara beras. Stok barang ini, untuk cadangan stabilisasi, pasokan, dan harga beras, termasuk untuk cadangan beras pemerintah (CBP).
Pada bagian lain, pimpinan Bulog Surakarta yang akrab dipanggil Imung juga menjelaskan, pihaknya sudah mengembangkan bisnis layanan online melalui ipanganan.com bekerja sama dengan Send Elogistics Indonesia (SSI) dan bisa dibuka melalui aplikasi Shopee.
Layanan ipanganan.com yang dipusatkan di Gudang Buloh Ngabean, Kartosuro ini bisa memilih kota tujuan yaitu Solo hingga radius 40 km. Model alternatif belanja kekinian yang dilakukan Bulog Surakarta ini, sangat membantu ibu rumah tangga dalam membeli beras berkualitas dengan harga terjangkau dan bebas ongkos kirim. (WJ/OL-10)
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved