Rabu 19 Januari 2022, 13:08 WIB

Transasia Minerals Ltd Berencana Bangun Smelter Nikel di Indonesia

mediaindonesia.com | Nusantara
Transasia Minerals Ltd Berencana Bangun Smelter Nikel di Indonesia

Ist
Aktivitas pertambangan Transasia Minerals Ltd di Morowali, Sulawesi Tengah.

 

TRANSASIA Minerals Ltd, sebuah perusahaan pertambangan internasional yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, pada Rabu (19/1) mengumumkan rencananya untuk membangun fasilitas pengolahan nikel atau smelter di Morowali, Sulawesi Tengah.

Fasilitas pengolahan nikel di Morowali ditargetkan selesai pembangunannya pada 2024, menyusul putusan Mahkamah Agung RI No 122/PK/TUN/2021 pada 10 November 2021 untuk mengembalikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) bijih nikel Artha Bumi Mining Group.

Investasi proyek ini diperkirakan mencapai USD 2 miliar, dan fasilitas tersebut akan berfokus pada produksi feronikel dan nikel sulfat tingkat baterai EV, bahan baku yang digunakan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik.

Seiring dengan usaha Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendatangkan investasi dari luar negeri, cadangan nikel negara yang melimpah menyediakan platform untuk meningkatkan rantai nilai dan menjadikan Indonesia sebagai pusat pembuatan baterai hulu ke hilir. 

Penelitian dari Fitch Solutions menunjukkan peluang pertumbuhan yang luar biasa untuk produksi nikel secara global, dengan perkiraan tingkat pertumbuhan 4 persen tahun-ke-tahun dari tahun 2021 hingga 2030.

Indonesia diperkirakan akan memimpin pertumbuhan ini, dengan produksi 1,13 juta ton nikel pada tahun 2025, dan tumbuh menjadi 1,29 juta ton pada tahun 2030, dengan lokasi produksi utama di Sulawesi dan Maluku.

Unsur logam alami, nikel sulfat sebagian besar digunakan untuk memproduksi barang-barang seperti baja tahan karat atau baterai EV. Permintaan nikel telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir, berkat meningkatnya kebutuhan baterai kendaraan listrik.

Pada keterangan pers, Rabu (19/1). Maman Khairussalam, juru bicara Artha Bumi Mining Group menanggapi pengumuman ini, “Kami senang dapat melanjutkan pembangunan fasilitas berdasarkan bahan baku dari deposit bijih nikel kami yang dipulihkan."

"Kami berharap mendapat dukungan dari TransAsia Minerals. Manfaat fasilitas pengolahan nikel tidak hanya akan meningkatkan lapangan kerja di Morowali, tetapi juga semakin memantapkan Indonesia sebagai pusat ekspor nikel sulfat, yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian Indonesia,” paparnya. 

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Artha Bumi Mining Group dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia dan masyarakat sekitar,” kata Pavel Erokhin, CFO Transasia Minerals Ltd.

“MOU proyek ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016 di Sochi, Rusia, dalam pertemuan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Rusia V. Putin di sela-sela KTT ASEAN-Rusia, dan kami senang pada akhirnya dapat menjalankan proyek ini," kata Pavel Erokhin.

"Investasi dalam proyek ini merupakan bukti komitmen kami untuk menempatkan industri nikel ke dalam platform global dan menjadikan bangsa Indonesia sebagai pusat ekspor nikel sulfat,” tuturnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

Banjir Rob di Jateng, Human Initiative Bagi Makanan Siap Santap dan Air Bersih

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 09:05 WIB
Di Kawasan Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, para pekerja dipulangkan sebagai antisipasi apabila debit air yang melimpas semakin...
 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Jaswita Jabar Kembangkan Objek Wisata Baru di Ciwidey

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:40 WIB
Hejo Forest menyajikan wisata alam di Kabupaten...
MI/Ruta Suryana

240 Siswa PAUD dan Orangtua Berkolaborasi Ikuti Lomba Kreativitas

👤Ruta Suryana 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:38 WIB
Pada acara ini ada 3 kegiatan yang dilombakan. Yakni Lomba Peragaan Busana ke Pura, Lomba Simulasi Berlian, dan Lomba Menyajikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya