Rabu 12 Januari 2022, 08:05 WIB

Jika Kubah Lava Gunung Merapi Longsor Awan Panas Mencapai Jarak 5 Km

Agus Utantoro | Nusantara
Jika Kubah Lava Gunung Merapi Longsor Awan Panas Mencapai Jarak 5 Km

dok: CCTV BPPTKG)
Puncak Gunung Merapi dari kamera di Gunung Merbabu.

 

AKTIVITAS efusif Gunung Merapi hingga saat ini masih berupa pertumbuhan kubah lava, pembentukan awan panas dan guguran lava. Masa erupsi efusif ini, sudah berlangsung sejak setahun lalu tepatnya sejak 4 Januari 2021.

"Berbeda dengan erupsi-erupsi efusif Merapi sebelumnya, erupsi tahun 2021 ini memiliki 2 pusat erupsi yaitu di kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, Selasa (11/1) malam,

Kubah lava yang ada di puncak Gunung Merapi ini, imbuhnya, dari pendataan tanggal 7 Januari lalu, volume kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 5.700 meter kubik per hari sedangkan kubah lava tengah memiliki volume 3.007.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan relatif tetap.

"Berdasarkan data volume kubah lava tersebut, telah dibuat model luncuran awanpanas guguran sebagai salah satu bahan pembuatan peta potensi bahaya," jelasnya.

Hasil pemodelan, katanya,  menunjukkan apabila volume kubah lava barat daya sebesar 3 juta meter kubik longsor, maka akan menimbulkan awan panas guguran ke Sungai Boyong, Bebeng, Krasak, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan jika kubah lava tengah dengan volume 1 juta meter kubik longsor, maka awanpanas guguran akan mencapai jarak 5 kilometer ke arah Sungai Gendol.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, lanjutnya, maka daerah potensi bahaya guguran lava dan awanpanas guguran berada di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak. Sedangkan pada sektor tenggara pada Sungai Woro sejauh 3 km dan sungai Gendol sejauh 5 kilometer dari puncak.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut. Sedangkan bagi yang bermukim di luar daerah potensi bahaya agar tetap menjaga kesiapsiagaan akan bahaya erupsi Gunung Merapi," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Kubah Lava Gunung Merapi

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Pemkab Klaten Kembali Giatkan Patroli Yustisi Penegakan PPKM

👤Djoko Sardjono 🕔Senin 24 Januari 2022, 10:07 WIB
Patroli yustisi menyasar tempat-tempat yang banyak dikunjungi masyarakat, seperti objek wisata, pusat perbelanjaan, pasar, dan...
MI/Dok UGM

Ganjar Pranowo Tinjau KKN UGM hingga Desa Sungsang, Banyuasin

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Senin 24 Januari 2022, 09:21 WIB
Ganjar pun menyampaikan KKN, yang dilakukan perguruan tinggi itu, diharapkan bisa membantu persoalan yang dihadapi oleh suatu...
MI/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden akan Groundbreaking Proyek Industri Hilir Batu Bara

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 24 Januari 2022, 08:45 WIB
Masih di kabupaten yang sama, Jokowi direncanakan berkunjung ke Pasar Baru Tanjung Enim untuk menyerahkan bantuan langsung tunai bagi para...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya