Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM hujan masih terus berlangsung di Jawa Barat. Kondisi itu akan diantisipasi, guna meminimalkan kejadian bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Bambang
Tirto Yuliono mengatakan, pihaknya menyiapkan tim unit reaksi cepat yang beranggotkan 2.600 personal. Jumlah itu tersebar di enam UPTD yang ada di Jawa Barat.
"Jumlahnya sekitar 2.600 orang, rata-rata sekitar 400-500 orang per
UPTD," katanya di Bandung, Rabu (22/12).
Menurut dia, tim ini akan berada di posisi terdepan, terutama saat terjadi banjir ataupun tanah longsor.
"Untuk menangani banjir dan longsor di garis depan. Prinsipnya ialah mencegah dan membereskan dampak bencana secepat mungkin," tambahnya.
Bambang mengungkapkan selain menerjunkan petugas seperti yang terkini untuk mengantisipasi kejadian bencana di Kabupaten Bandung Barat, pihaknya juga menyiagakan alat berat terutama di lokasi yang
rawan bencana. "Kita bekerja dengan prinsip bagaimana membereskan, agar warga tidak semakin terdampak bencana," katanya.
Tak hanya itu, di saat kondisi normal, Bambang menyebut petugas URC
inipun tetap disiagakan. "Mereka bekerja merawat jalan, memastikan
drainase bagus. Memastikan kalau ada lubang-lubang, bisa segera
diatasi," tandas Bambang. (N-2)
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Gunung Semeru di Lumajang-Malang erupsi Selasa malam (17/2), kolom abu mencapai 800 meter. PVMBG ingatkan masyarakat hindari radius bahaya 5-17 km dari kawah.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved