Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI wujud penghormatan terhadap dedikasi masyarakat penyangga, mulai dari maestro, seniman, budayawan, professional, pejabat pemerintah, hingga pengusaha bereputasi, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar secara khusus membangun monumen yang diberi nama Wall of Fame. Monumen ini berupa tembok monumental berbahan granit hitam dan merah, berukuran 14 meter x 4,5 meter.
''Pada monumen itu akan ditatah tanda tangan dan nama bagi maestro, seniman, dan tokoh bereputasi, seperti Nyoman Nuarta, Sardono W. Kusumo, Ni Luh Menek, I Wayan Wija, dan seniman berpengaruh lainnya,'' ujar Rektor ISI Denpasar Prof Wayan 'Kun' Adnyana di Denpasar, Rabu (8/12).
Bagi Prof Kun Adnyana, masyarakat penyangga yang terdiri dari berbagai kalangan bereputasi tersebut telah banyak berkontribusi luar biasa terhadap pemajuan seni dan budaya bangsa Indonesia. Namun belum ada dibangun monumen untuk mengabadikan nama baiknya tersebut pada perguruan tinggi seni di Indonesia. Di sejumlah negara, lanjut Kun Adnyana, monumen sejenis dijadikan landmark/ikon kota/perguruan tinggi, seperti Hollywood Walk of Fame, Alabama Jazz of Fame, Australian Stockman Hall of Fame, dan lainnya.
Selain membangun dedikasi monumen Wall of Fame, dalam upaya pengembangan akademik, ISI Denpasar pada penghujung 2021 ini, mengajukan delapan usulan pendirian program studi (Prodi) baru, meliputi Prodi Pendidikan Seni (S2), Desain Game (S1), Pendidikan Seni Rupa dan Desain (S1), Desain Produk (S1), Tata Kelola Digital Seni (S1), Teater (S1), Animasi (Sarjana Terapan), dan Penyaji Seni Pertunjukan (Sarjana Terapan).
''Seluruh tim telah menyelesaikan proposal, dan telah diasistensi penjaminan mutu dan tim review internal, yang dikoordinir Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Anak Agung Bagus Udayana dan Korpus Penjaminan Mutu Dr. Larry Julianto,'' jelas Prof Kun Adnyana yang juga mantan Kepala Dinas Kebudyaan Provinsi Bali.
Dalam sembilan bulan terakhir, kata Prof Kun Adnyana, sivitas akademika ISI Denpasar diakui makin solid untuk mewujudkan moto baru, yakni: Pusat Hub Seni dan Kreativitas Kelas Dunia atau Global-Bali Arts and Creativity Centre Hub (G-BAACH). (RS/OL-10)
Persembahyangan tahunan untuk memuja Dewa Siwa ini menjadi momentum perenungan dan introspeksi diri umat Hindu pada Januari 2026.
Satpol PP Kota Denpasar kembali menggelar aksi penertiban intensif terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), pengamen, hingga badut yang kerap beroperasi di persimpangan jalan.
Penanganan sampah di ibu kota Bali tersebut kini difokuskan pada skema Tiga Zona Utama, yakni pengelolaan di sektor hulu, tengah, dan hilir.
Kehadiran jajaran Pemkot Denpasar dalam perayaan Natal ini menjadi simbol nyata hadirnya negara dalam menjamin kerukunan beragama di Bali,
Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan, kelancaran lalu lintas, serta keselamatan wisatawan dan masyarakat yang merayakan ibadah Natal di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Target ambisius ini dicanangkan setelah Denpasar berhasil menanggulangi dampak fluktuasi angka kemiskinan yang dipicu oleh pandemi Covid-19.
Salah satu permasalahan yang dialami Depo Pertamina Plumpang adalah berkaitan dengan buffer zone yang tidak dapat dijaga dengan baik.
Aksi pamer kemewahan itu, melukai masyarakat terlebih di tengah situasi sulitnya ekonomi saat ini.
Menurut Maman, kasus ini membuka tabir persoalan pada sistem manajemen rumah sakit.
Dari awal dibangun pada 1999, PNM dimandatkan untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada sektor UMKM di saat perbankan sedang krisis, dan PNM menjadi alternatif pembiayaan.
Berkomunikasi sangat diperlukan agar bisa memudahkan mencapai target dana yang kamu perlukan.
Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani berjanji bakal mempertahankan status bebas Frambusia dan menjaga kesehatan masyarakat melalui pembangunan kesehatan yang berwawasan lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved