Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa mengakui sebenarnya proses early warning system (EWS) dalam bencana alam Gunung Semeru sudah berjalan dengan baik. Namun, perubahan kondisi alam yang sedemikian cepat menyebabkan kepanikan warga di sekitar Gunung Semeru dan membuat proses evakuasi menjadi berantakan.
“Ketika proses evakuasi yang dilakukan bareng-bareng, awan berubah menjadi hitam dalam waktu cepat. Masyarakat panik dan jalan yang mereka lalui salah. Meskipun jalur evakuasinya sudah jelas,” kata Khofifah saat melapor melalui sambungan telepon kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin di tengah kunjungan Wapres di Bali, Minggu, (5/12).
Menurut Khofifah, peristiwa alam yang terjadi pada Sabtu (4/12) sekitar pukul 15.20 WIB tersebut bukan merupakan erupsi melainkan awan panas guguran. Masyarakat pun, ungkapnya, sudah cukup paham mengenai fenomena alam tersebut. “Biasanya masyarakat itu melihat lalu menunggu arusnya ke mana karena akan membawa pasir. Nah terjadi kepanikan tersebut karena waktu evakuasinya bersamaan dalam waktu cepat,” jelasnya.
Khofifah menyebutkan, proses evakuasi terhadap penduduk yang berada di sekitar lokasi bencana hingga saat ini masih terus dilakukan. “Evakuasi masih terus dilakukan dengan 3.400 personel,” ungkapnya kepada Wapres.
Pada kesempatan itu, Ma’ruf meminta kepada Gubernur Jatim untuk berkoordinasi dengan aparat pemerintah terkait dalam penanggulangan dampak bencana ini. “Supaya pengungsian bisa tertangani,” katanya.
Kemudian, Wapres juga menghubungi Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta agar Kementerian Sosial terus mengawal proses evakuasi masyarakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak guguran awan panas Gunung Semeru. “Tolong ya Bu, semua hal terkait akomodasi, pengungsian, dan konsumsi untuk disiapkan,” ujar Wapres memberikan arahan.
Mendapat instruksi tersebut, Risma pun menyanggupi dan melaporkan segala sesuatunya telah disiapkan. Di samping juga mempersiapkan kemungkinan adanya erupsi susulan..“Sejak semalam sudah disiapkan Bapak. Hanya terkait masalah gunung, memang masih ada kemungkinan akan ada erupsi lagi, namun belum tahu akan lebih besar, lebih kecil, atau sama. Karena harus dilihat kondisi di gunungnya sendiri,” tutur Risma. (OL-8)
Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (21/12/2025) pagi dengan tinggi kolom abu 1.200 meter.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
BANJIR lahar hujan disertai material vulkanik Gunung Semeru merendam sebanyak 15 rumah warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
AKTIVITAS Gunung Semeru terus menurun.
BMKG juga mendeteksi adanya aktivasi Gelombang Rossby Equator dan Low Frequency di sebagian besar Jawa Timur pada periode 25 November-2 Desember 2025.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mulai melakukan pembangunan sodetan aliran lahar Gunung Semeru yang melintas di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved