Minggu 28 November 2021, 20:35 WIB

Kalsel Miliki Potensi Unggulan Pertanian Lahan Basah

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Miliki Potensi Unggulan Pertanian Lahan Basah

ANTARA/IBAY
Petani tengah merawat tanaman di Tapin, Kalimantan Selatan.

 


KALIMANTAN Kalimantan Selatan memiliki potensi pertanian lahan basah
yang dapat menjadi unggulan masa depan pertanian Indonesia.

"Kalsel memiliki potensi spesifik berupa lahan basah yang bisa
menjadi unggulan sektor pertanian bahkan masa depan sumber pangan
nasional," ungkap Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Arif Rahmad Maulana Akbar, di sela-sela kegiatan Karya Raya BEM Fakultas Pertanian ULM di kawasan Kebun Raya Banua, Kota Banjarbaru, Sabtu (27/11) malam.

Menurut Arif pihaknya terus mendorong pemanfaatan potensi
unggulan lahan basah melalui teknologi namun tetap mengedepankan kearifan lokal dan prinsip pengelolaan berkelanjutan. Lahan basah sebenarnya telah lama dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat banjar.

Pertanian di lahan basah harus mendapat perlakuan khusus karena
tingkat keasaman dan firit yang dapat menjadi racun dan mengganggu
pertumbuhan tanaman.

Namun keberadaan lahan basah ini juga semakin terancam akibat
kegiatan alih fungsi lahan untuk pembangunan seperti industri maupun
permukiman. "Contohnya dulu sentra pertanian padi di Kalsel yaitu Kabupaten Banjar, kini bergeser ke Barito Kuala dan Tapin," ujarnya.

Potensi pertanian lahan basah ini juga dikemukakan, Kepala
Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman. Luas lahan pertanian lahan basah di Kalsel berdasarkan data mencapai 460 ribu hektare. "Produksi pertanian yang berasal dari lahan basah mencapai 25% dari total produksi pertanian Kalsel," tuturnya.

Sementara Ketua Serikat Petani Indonesia Kalsel, Dwi Putera
Kurniawan menegaskan pentingnya penetapan lahan pertanian tanaman pangan berkelanjutan guna mengamankan produksi dan cadangan pangan Kalsel.

"Provinsi Kalsel telah memiliki Perda No 2 tahun 2014 tentang lahan
pertanian tanaman pangan berkelanjutan. Sayangnya hingga kini masih belum dipetakan oleh pemerintah kabupaten/kota di Kalsel sehingga keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) akan selalu terancam oleh alih fungsi lahan," tegasnya.

SPI Kalsel menilai masa depan lahan pertanian tanaman pangan
dan petani di Kalsel tiap tahun terus berkurang. Kondisi itu akan menjadi ancaman serius terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa pangan.

SPI juga menyinggung kegagalan proyek ribuan hektare lahan pertanian di lahan basah Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, beberapa waktu lalu. (N-2)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Masyarat Tionghoa Peduli Gelar Donor Darah Bantu Penuntasan DBD di Bandung

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 24 Januari 2022, 23:55 WIB
Masyarakat Tionghoa Peduli sudah menggelar donor darah sejak tahun...
  ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tingkatkan Kemantapan Jalan

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 24 Januari 2022, 23:50 WIB
Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat memastikan  akan segera melakukan perbaikan terhadap jalan-jalan provinsi...
Antara

Pasien Isolasi di Bantul Bertambah Jadi 28 Orang

👤Ant 🕔Senin 24 Januari 2022, 23:27 WIB
Pasien menjadi 28 orang, setelah ada penambahan lima kasus baru terkonfirmasi dalam sehari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya