Jumat 26 November 2021, 16:05 WIB

Transaski Digital di Jawa Barat Tumbuh 59%

Bayu Anggoro | Nusantara
  Transaski Digital di Jawa Barat Tumbuh 59%

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto (kanan)

 


PERKEMBANGAN ekonomi digital Jawa Barat sangat menggembirakan.
Kondisi tersebut salah satunya tercermin dari pertumbuhan nilai
transaksi e-commerce pada pertengahan triwulan III-2021 yang tumbuh 59,03% dibandingkan 2020.

Tercatat dari 10 provinsi dengan pangsa pasar transaksi terbesar di
Indonesia, baik pembelian maupun penjualan melalui marketplace, Jabar
menempati posisi teratas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto mengatakan, Jabar posisi pertama dengan transaksi e-commerce terbesar secara nasional.

Total transaksi pada pertengahan triwulan III-2021 tercatat mencapai Rp15,02 triliun. Meski begitu, dia menyatakan pihaknya tetap berupaya
untuk mendorong akselerasi, investasi dan digitalisasi untuk
memajukan inklusivitas ekonomi Jawa Barat.

Salah satunya melalui kegiatan Local Community Services atau Pelatihan
Digital Marketing bagi UMKM di wilayah Provinsi Jawa Barat sebagai
rangkaian dari West Java Economic Society 2021, belum lama ini.
 
"Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat," ujarnya.

Dia menjelaskan, transaksi pembelian terbesar yang mengindikasikan
permintaan masyarakat Jabar ada di kategori fesyen mencapai Rp2,52 triliun, telepon seluler dan aksesoris Rp2,12 triliun, dan personal care and cosmetic Rp1,9 triliun.

"Ini menunjukkan Jabar memiliki peluang yang sangat baik dalam digitalisasi. Tentu harus dilanjutkan untuk memastikan sektor bisnis di berbagai level, termasuk UMKM untuk bertransformasi bisnis
secara end to end," katanya.

Terlebih, digitalisasi memegang peranan penting baik selama masa
pandemi, pemulihan ekonomi, maupun perekonomian pada masa mendatang.
Bahkan menjadi kunci penting, tidak hanya untuk bertahan tetapi juga
berkembang serta menenangkan pertarungan bisnis bagi UMKM.

"Menghadapi masa pascapandemi, digitalisasi menyeluruh, end to end
proses perlu didorong untuk terealisasikan demi menguatkan daya saing,
serta mengangkat pertumbuhan ekonomi dan memeratakan kesejahteraan
masyarakat," katanya.

UMKM Jabar


Kepala Dinas Koperasi dan usaha kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan jumlah UMKM di Jabar mencapai 85% dari total unit usaha di wilayah ini atau sekitar 4,15 juta unit usaha.

Adapun serapan tenaga kerja dari UMKM mencapai 74,63% atau sekitar 8,5
juta pekerja. Diproyeksikan jumlah UMKM di Jabar pada 2021 mencapai 6,25 juta unis usaha.

"Dari sisi kategori usaha, tertinggi ada di bidang kuliner. Namun
demikian untuk yang sudah digital, yang tertinggi di kategori usaha
fesyen," katanya.

Pandemi telah memberikan tekanan bagi UMKM. Namun, disisi lain tidak
sedikit terbuka peluang, seperti peningkatan penggunaan e-commerce yang
mencapai 300%, kenaikan konsumsi streaming 8,9%, peningkatan layanan
logistik 30%, dan layanan pesan antar makanan naik 15%.

"Selain ada yang terpuruk, terdapat juga yang meningkat dengan memaksimalkan digitalisasi," ucapnya.

Ketua Panitia LCS Dadan Soekardan mengatakan pandemi covid-19 yang menimpa Indonesia sejak Februari 2020 lalu telah melemahkan dan bahkan mematikan usaha para pelaku UMKM, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Kurangnya pengetahuan mengenai teknis pemasaran dengan memanfaatkan
kemajuan teknologi informasi menyebabkan performa usaha terjun bebas,
khususnya saat kebijakan PPKM diterapkan. Padahal, banyak di antara
pelaku UMKM tersebut yang sebenarnya telah memiliki akun-akun media
sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tik-tok, namun akun
tersebut lebih sering digunakan untuk media pertemanan.

Menurut Dadan, UMKM belum memahami dampak besar dari menawarkan produk dan jasa yang dihasilkan melalui media-media sosial untuk kemajuan usaha mereka.

"UMKM juga belum memahami manfaat kehadiran platform-platform marketing digital yang jumlahnya makin hari makin berkembang. Mereka baru memanfaatkan platform-platform tersebut hanya untuk berbelanja, tanpa memahami bahwa sebenarnya platform-platform tersebut juga dapat membantu menjadikan produk dan jasa yang mereka hasilkan, tidak hanya di jual di pasar lokal, tapi juga dapat dijual di pasar regional, bahkan pasar global. Kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan UMKM," katanya. (N-2)

 

Baca Juga

MI/Akhmad Safuan

Sepekan Banjir di Pekalongan Bikin Ribuan Pembatik Menganggur

👤Akhmad Safuan 🕔Senin 29 November 2021, 09:55 WIB
BANJIR lebih dari sepekan merendam Kota Pekalongan, Jawa tengah, mengakibatkan ribuan perajin dan usaha batik...
Ist/BP Batam

Siap Bersaing dengan Singapura-Malaysia, RSBP Batam Resmikan Layanan Intervensi Aritmia Jantung

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 08:40 WIB
Layanan studi elektrofisiologi dan ablasi Jantung ini juga merupakan langkah antisipasi sekaligus persiapan menuju terbentuknya Kawasan...
Dok.Indra Karya

Kolaborasi 25 BUMN Dukung Rehabilitasi Mangrove di Sampang

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 07:15 WIB
Program Penanaman pohon sesi pertama ini dilakukan di Desa Marparan, Kabupaten Sampang, Madura – Jawa Timur di lahan seluas 40 ribu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya