Kamis 25 November 2021, 22:11 WIB

PMI Muba Berupaya Penuhi Kebutuhan 8000 Kantong Darah Setiap Tahun

Dwi Apriani | Nusantara
PMI Muba Berupaya Penuhi Kebutuhan 8000 Kantong Darah Setiap Tahun

MI/Dwi Apriani
Kantor PMI Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

 

SAAT ini, kebutuhan darah di Kabupaten Musi Banyuasin masih mengalami kekurangan. Hal itu disebabkan adanya beberapa kebutuhan fasilitas kelengkapan dan alat medis yang masih belum dimiliki oleh Palang Merah Indonesia Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) seperti peralatan Unit Transfusi Darah (UTD).

Sekretaris PMI Kabupaten Muba, Syafaruddin mengatakan saat ini kebutuhan darah di Muba benar mengalami kekurangan. "Dari tiga rumah sakit yang ada di Kabupaten Muba yakni RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin dan RSUD Bayung Lencir setiap tahun membutuhkan sekitar 8.000 kantong," ucapnya, Kamis (25/11).

Sementara, PMI bersama tiga RSUD yang ada  hanya mampu memenuhi kebutuhan darah sekitar kurang lebih 3.500 katong setiap tahunnya. "Mengapa hal ini terjadi, salah satunya PMI Muba sendiri saat belum memiliki peralatan dan perlengkapan peralatan Unit layanan transfusi, selama ini stok darah disimpan di UTD rumah Sakit," ungkapnya.

Dikatakan, unit transfusi darah sendiri akan terealisasi pada tahun 2022, hal itu setelah pihak PMI Muba melakukan audiensi ke pemerintah daerah. "InsyaAllah di tahun 2022, fasilitas dan perlengkapan alat medis untuk UTD semua bisa realisasi, sementara untuk gedung dan SDM sendiri PMI Muba sudah siap, mudah-mudahan jika semua fasilitas dan lainya siap, target 8.000 kantong darah setiap tahunnya bisa terpenuhi," ujarnya.

"Sejak dua tahun berjalan, PMI Muba sudah melakukan kegiatan donor darah di berbagai tempat, kita juga melakukan kerjasama kepada beberapa perusahaan dan stakeholder serta pihak lainya untuk melakukan kegiatan donor," tambahnya.

Terkait isu jual beli darah yang terjadi di unit pelayanan transfusi darah rumah sakit, Syafaruddin menepis adanya informasi atau isu yang berkembang di masyarakat.

"Tidak ada jual beli darah, ini perlu kita luruskan. Jadi kebijakan rumah sakit untuk menstabilkan stop darah rumah sakit meminta kepada pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah secara sukarela dan ikhlas untuk menggantikan darah yang digunakan pasien keluarga, hal itu bertujuan agar stok darah di UTD RS jika ada pasien lain Rumah Sakit yang membutuhkan darah bisa terpenuhi," tutupnya. (OL-15)

Baca Juga

dok.mi

Preman Ngamuk Tak Bisa Temui Pujaan Hati Akhirnya Tewas Dikeroyok

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 09:25 WIB
SEORANG preman berinisial US, warga Barengkok, Desa Panyiaran, Kabupaten Tasikmalaya, tewas dikeroyok di kampung orang karena ngamuk tak...
MI/Gabriel Langga

Penanganan 1.123 ODGJ di Sikka Terkendala Obat-obatan

👤Gabriel Langga. 🕔Rabu 01 Desember 2021, 08:25 WIB
KENDALA dalam penanganan 1.123 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sikka selama ini, karena kurangnya pasokan obat untuk...
MI/Martinus Solo

Wali Kota Sorong Ingatkan Jumlah Penduduk merupakan Modal Pembangunan

👤Martinus Solo 🕔Rabu 01 Desember 2021, 08:05 WIB
JUMLAH penduduk merupakan potensi besar sebagai modal pembangunan. Namun dalam berbagai kasus, kelompok perempuan dan anak masih dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya