Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap memberi apresiasi terhadap kesigapan Pertamina dalam menangani kebakaran salah satu tangki di Kilang Cilacap.
Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Wijonardi, Pertamina memiliki SOP (Standard Operating Procedure) yang sangat ketat, sehingga berhasil memadamkan dan melokalisasi kebakaran dengan cepat.
“Pertamina memiliki standar internasional dengan SOP yang sangat ketat. Dan Minggu pagi sekitar pukul 07.30, sudah tinggal sisa-sisa. Tinggal pendinginan saja. Kami sangat apresiasi terhadap kesigapan dan penanganan Pertamina yang sangat cepat,” kata Wijonardi, ketika dihubungi dari Jakarta hari ini.
Menurut Wijonardi, sebenarnya api relatif dapat dipadamkan Sabtu malam, sekitar pukul 23.00. Hanya saja, setelah itu kembali ada nyala api, namun kembali berhasil ditangani.
“Karena prediksinya, sejak terbakar memang dibutuhkan setidaknya 14 jam untuk melakukan penyedotan minyak dari tangki BBM yang terbakar ke tangki yang lain.,” lanjut Wijonardi.
Wijonardi menambahkan, skala kebakaran Sabtu malam sebenarnya relatif lebih kecil dibandingkan peristiwa yang sama sekitar Juni lalu. Kebakaran pada salah satu tangki kilang pun, lanjutnya, tak lepas dari faktor alam yang memang sangat ekstrim, yaitu La Nina.
BMKG, lanjutnya, sudah meramalkan bahwa Sabtu malam memang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Dan setelah magrib, ujar Wijonardi, hujan dengan sambaran petir memang terjadi di wilayah tersebut. Apalagi, Cilacap merupakan salah satu wilayah di dunia yang paling sering terjadi petir.
“Pertamina tentu sudah mengantisipasi. Bahkan tadi malam, Pak GM menginformasikan bahwa tidak ada kegiatan apapun. Tidak ada overhaul, produksi lancar dan sehat. Jadi, kami melihat bahwa ini memang faktor alam, yaitu La Nina,” kata dia.
Sedangkan terkait kewenangan Pemkab Cilacap, lanjutnya, Bupati memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk BPBD untuk bergerak dan berkoordinasi guna melakukan langkah-langkah yang memang dibutuhkan.
Wijonardi juga menegaskan, hingga saat ini tidak korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Bahkan, terkait pemberitaan mengenai sejumlah orang yang diungsikan, menurutnya, juga tidak tepat.
“Faktanya, tidak ada yang diungsikan. Sampai Sabtu sekitar pukul 22.00 tinggal tujuh orang di sekitar lokasi. Mereka sedang menyelesaikan makan dan setelah itu pulang,” kata dia. (RO/OL-09)
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Cuaca ekstrem tersebut memicu setidaknya 14 kejadian bencana tersebar di 15 kecamatan, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga gangguan fasilitas umum.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
AKSI kolektif untuk menjaga lingkungan kembali menunjukkan dampak nyata melalui inisiatif Blibli Tiket Action.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memperkuat berbagai langkah antisipasi menyusul potensi munculnya siklon tropis di selatan Pulau Jawa.
Warga kehilangan akses terhadap makanan dan pendapatan harian akibat terputusnya aktivitas ekonomi.
TIM SAR kembali menemukan dua korban jiwa longsor Cilacap di hari keenam pencarian, Selasa, (18/11). Dengan begitu, berdasarkan data sementara hingga hari keenam operasi pencarian.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan dua jenazah korban longsor Cilacap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved