Senin 08 November 2021, 07:00 WIB

Ada 636 Desa Di Bali Ditargetkan Kelola Sampah Berbasis Sumber

Arnoldus Dhae | Nusantara
Ada 636 Desa Di Bali Ditargetkan Kelola Sampah Berbasis Sumber

MI/Arnold
Gubernur Bali Wayan Koster menyaksikan pengolahan sampah berbasis sumber di Klungkung Bali, Minggu (7/11)

 

PEMERINTAH Provinsi Bali menargetkan seluruh desa di wilayahnya pada 2022 sudah mampu mengolah sampah berbasis sumber. Saat ini Bali sudah masuk darurat sampah.

"Saat ini Bali dalam keadaan darurat sampah. Sehingga Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber sudah sangat mendesak untuk diterapkan di wilayah Desa/Kelurahan dan Desa Adat. Jadi lingkungan alam yang bersih ditempuh dengan melaksanakan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber," kata Gubernur Bali Wayan Koster, di Denpasar, Senin (8/11/2021).

Program in sudah dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019, dengan mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 381/03-P/HK/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat.

Dalam Keputusan Gubernur tersebut mengatur mengenai strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat, antara lain Pengaturan Warga, dengan membatasi perilaku yang menghasilkan banyak sampah, mewajibkan warga melakukan pemilahan sampah di rumah tangga, melarang warga membuang sampah ke Desa dan Desa Adat lain, melarang warga membuang sampah tidak pada tempatnya, membatasi penggunaan bahan plastik sekali pakai sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018, hingga melarang warga membuang sampah di Danau, Mata Air, Sungai dan Laut sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020.

Target tahun 2022 seluruh desa dan kelurahan di Bali sudah mampu mengolah sampah berbasis sumber, karena saat ini seluruh persiapan sudah dilakukan mulai dari SDM, fasilitas dan sebagainya. Bahkan sudah banyak desa di Bali
yang sudah mandiri dalam kelolah sampah.

Untuk mempercepat pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis sumber di desa, Gubernur Koster menegaskan bahwa sekarang sudah ada Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera yang terdiri dari pegawai ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dengan memiliki tugas sebagai mediator dan fasilitator, serta mensosialisasikan, mengedukasi, mendampingi, memberdayakan, dan bekerjasama dengan para pihak guna mempercepat pelaksanaan program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali di Desa/Kelurahan dan Desa Adat. Termasuk di dalamnya soal pengolahan sampah berbasis sumber.

Tim ini adalah mereka yang berasal dari desa tersebut atau mereka yang tinggal di desa dan kelurahan tersebut. Jadi mereka diajarkan bagaimana membangun desanya sendiri dengan kapasitasnya sebagai ASN. "Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber agar tujuan kita menyelesaikan sampah dari hulu sampai hilir bisa tuntas," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Persiapan Prokes Jelang World Superbike

 

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Desa Tilang Nikahkan Ratusan Pasangan secara Gratis

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 17 Mei 2022, 12:22 WIB
"Tahun ini ada sekitar 111 pasangan akan kita nikahkan secara bertahap. Proses pembiayaan pernikahan ditanggung oleh desa melalui...
Antara/Galih Pradipta.

Era Jokowi Dinilai Beri Banyak Ruang bagi Pengusaha Milenial

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 10:55 WIB
Di sisi lain, era digital juga semakin membuka ruang bagi pengusaha muda untuk mengakses dukungan teknologi dalam menjalankan...
MI/Gabriel langga

Pelaku Usaha Nilai Sektor Riil di NTT Belum Digarap Serius

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 17 Mei 2022, 10:35 WIB
KALAU NTT mau keluar dari kemiskinan itu wajib punya sektor riil minimal 50 persen.  Hanya dengan sektor riil maka NTT bisa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya