Selasa 26 Oktober 2021, 19:40 WIB

PT Pembangkitan Jawa Bali Bantu Pesantren Terdampak Pandemi

Bagus Suryo | Nusantara
PT Pembangkitan Jawa Bali Bantu Pesantren Terdampak Pandemi

DOK/PJB
Sejumlah karyawan PT PJB menyiapkan bantuan untuk warga dan tenaga kesehatan di masa pandemi

 


PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) terus menyalurkan bantuan penanganan
pandemi bagi masyarakat dan pesantren. Total donasi melalui PJB empati
dan Lazis sudah disalurkan sebesar Rp4,250 miliar.

"Bantuan PJB empati dari kantor pusat Rp250 juta dan Rp1,8 miliar dari  
seluruh unit PJB," ungkap Kepala Bidang Stakeholder Management PT PJB
Doddy Nafiudin, di Malang, Jawa Timur, Selasa (26/10).

Penyaluran bantuan melalui program PJB Empati itu ditujukan untuk warga sekitar ring satu seluruh unit pembangkitan. Adapun pengadaan 10 ribu paket bantuan melibatkan UMKM dan pelaku bisnis lokal, sekaligus sebagai upaya ikut menggerakkan perekonomian.

Saat ini, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh (Lazis) PJB menyalurkan
bantuan lagi dengan sasaran masyarakat, yayasan yatim piatu, pondok
pesantren, dan dhuafa. Donasi sejak pekan kemarin sudah diterima
penerima manfaat sebesar Rp2,2 miliar. Dana yang terkumpul berasal dari
zakat bulanan, infak, dan sedekah yang diberikan oleh PJBers.

Direktur Keuangan PJB yang juga menjabat Pembina Lazis PJB Rawan Insani
menyatakan bantuan diharapkan bermanfaat bagi warga terdampak pandemi
untuk kebutuhan makanan, kesehatan dan biaya pendidikan.

"Kita semua mengetahui di masa pandemi ini masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan," katanya.

Penyaluran bantuan dilakukan sejak Selasa (19/10). Selain untuk ratusan pesantren dan panti asuhan juga untuk bantuan renovasi masjid dan biaya pendidikan.

Sejumlah penerima manfaat mengungkapkan bantuan dari PJB sangat berarti. Pengurus mushola Nurul Jaddid di puncak Jatisari, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Hairul mengatakan bantuan ini menjadikan desa benderang dari sebelumnya belum teraliri listrik secara memadai.

"Alhamdulillah berkat saluran dana dari Lazis PJB dan bantuan aki serta
pembangkit listrik tenaga surya, kami dapat merasakan listrik sehingga santri dapat membaca Al Quran ketika malam menjelang," ungkapnya.

Bantuan juga meringankan beban warga selama pandemi dan paceklik. Sebab, panen kurang optimal lantaran kekurangan air. (N-2)

 

Baca Juga

Dok. Agriensia Raya

Oleh-Oleh Kekinian Asli Medan Ini Buka Gerai Kedua, Beri Kejutan Bagi Penumpang Pesawat

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 23:08 WIB
Bolu Stim Menara merupakan makanan kekinian asli Medan yang mampu menjadikan bahan baku asli Medan seperti pandan, markisa, srikaya, jeruk...
DOK Telkomsel.

Kartu Telekomunikasi yang Dipakai Surfer WSL di Banyuwangi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:20 WIB
Lokasi WSL tepat berada di kelengkungan bumi sehingga tim network memasang dua combat yakni Plengkung dan...
MI/Benny Bastiandy

Pemandian Air Panas Alami di Pasar Cipanas Jadi Daya Tarik Wisata

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:06 WIB
PASAR Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki potensi sumber air panas alami. Saat ini potensinya sudah ditata sedemikian rupa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya