Minggu 19 September 2021, 17:55 WIB

Tak Lolos Aplikasi PeduliLindungi, 75% Pengunjung GL Zoo Ditolak Masuk

Agus Utantoro | Nusantara
Tak Lolos Aplikasi PeduliLindungi, 75% Pengunjung GL Zoo Ditolak Masuk

MI/Agus Utantoro
Gara-gara harus scan barcode dengan aplikasi PeduliLindungi, Kebun Binatang Gembira Loka sepi pengunjung.

 

PENERAPAN aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat wisatawan masuk ke Kebun Binatang Gembira Loka atau Gembira Loka Zoo (GL Zoo) berakibat sepinya jumlah pengunjung ke kebun binatang tersebut. 

''Rata-rata pengunjung yang bawa anak di bawah usia 12 tahun atau belum divaksin merasa keberatan karena tidak boleh masuk,'' kata Manager Pemasaran GL Zoo, Yosi Hermawan, Minggu (19/9/2021).

Menurut dia, kewajiban wisatawan menggunakan aplikasi PeduliLindungi itu menyebabkan banyak pengunjung yang tidak bisa masuk. Ia menyebutkan, hanya 25% pengunjung yang dapat masuk. ''Yang 75% tidak bisa masuk karena bawa anak kecil yang belum menjalani vaksinasi Covid-19,'' ungkapnya.

Menurut Yosi, kondisi ini akan sangat berpengaruh pula terhadap jumlah kunjungan wisatawan di objek wisata khususnya di GL Zoo. Dikatakannya, segmentasi pengunjung GL Zoo adalah keluarga yang biasanya mengajak anak kecil di bawah usia 12 tahun.

Untuk mengatasi hal itu, Yosi berharap ada solusi dari pemerintah ketika GL Zoo dan dua destinasi wisata lain di DIY sudah diperbolehkan beroperasi kembali saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 ini. ''Karena segmentasi pariwisata rata-rata didominasi kalangan keluarga. Kita berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat yang sama-sama menguntungkan, baik untuk destinasi maupun pelaku pariwisata,'' ucap Yosi.

Kebun Binatang terbesar di Jateng dan DIY ini resmi beroperasi kembali pada Selasa pekan lalu, setelah sehari sebelumnya sempat uji coba pembukaan dengan hanya dikunjungi 34 wisatawan. Calon pengunjung lainnya ditolak masuk karena membawa anak di bawah usia 12 tahun.

Kondisi berat pembukaan objek wisata GL Zoo ini akan semakin terasa dengan pemberlakukan ketentuan ganjil-genap kendaraan pengunjung. Dengan akan diberlakukannya sistem aturan ganjil-genap sesuai pelat nomor dan tanggal di jalan masuk menuju tiga destinasi wisata di DIY, salah satunya di GL Zoo, manajemen kebun binatang tersebut menyerahkan kebijakan kepada pihak yang berwenang. 

''Seharusnya kebijakan ganjil-genap itu diterapkan di objek-objek wisata yang vital saja. Yang tidak menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Kalau di GL Zoo kan sudah memfilter pengunjung secara otomatis, dengan QR code PeduliLindungi,'' sebutnya.

Jumlah pengunjung yang boleh masuk di GL Zoo pada Minggu (19/9/2021) tercatat hanya 130 orang dan yang terpaksa balik kanan karena membawa anak kecil mencapai 607 orang. Wisatawan yang ditolak masuk itu tak hanya dari Yogyakarta, tapi ada yang datang dari luar kota seperti Cirebon, Bandung, Kediri, Solo, dan wilayah Jateng lainnya.

Balik kanan
Pengunjung objek wisata yang tidak boleh masuk atau harus balik kanan juga terjadi di Pantai Samas dan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul.Sebelum masuk ke tempat pemungutan retribusi (TPR) diputar balik oleh petugas gabungan yang berjaga sejak pagi hingga sore hari.

Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar Kalurahan Srigading sekaligus anggota Satgas COVID-19, Sersan Dua (Serda) TTG. Hariyono mengatakan sejak pagi hingga menjelang pukul 14.00 WIB sudah ratusan kendaraan bermotor baik roda dua hingga mobil pribadi wisatawan diputar balik oleh petugas gabungan di TPR Pantai Samas.

Ia mengatakan, wisatawan yang akan berkunjung ke Pantai Samas, Gua Cemara hingga Pantai Baru harus putar balik atau tidak boleh masuk karena objek wisata pantai belum dibuka.

Diakui Hariyono, sejumlah wisatawan dapat menerobos masuk ke objek-objek wisata tersebut dengan cara melewati jalanan desa. ''Lewat jalan perkampungan yang bisa langsung menuju JJLS Pantai Selatan Bantul dan bergerak menuju objek wisata pantai mulai dari Pantai Samas hingga Pantai Baru,'' kata Hariyono.

Tim gabungan tak bisa berbuat banyak dengan wisatawan yang masuk ke objek wisata pantai karena tidak mungkin akses jalan tersebut ditutup karena untuk aktivitas harian warga ke sawah atau kegiatan lainnya.

Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis mengatakan objek wisata yang saat ini buka baru Pinus Sari di Mangunan, Dlingo, Bantul sehingga masyarakat jika ingin berwisata datang ke Pinus Sari. ''Ya kalau sudah bener-bener bosan dan ingin berwisata silahkan datang ke Pinus Sari saja. Kalau objek wisata lainnya masih tutup,'' katanya. (AU/OL-10)
 

Baca Juga

dok.ist

Warga Desa di Kalteng Nyatakan Dukungan Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:35 WIB
RATUSAN masyarakat Kalimantan Tengah yang tergabung dalam Desa untuk Ganjar (Des Ganjar) Kalteng mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah,...
ANTARA

PT KAI Daop 3 Cirebon Tambah Jadwal KA Argo Cheribon

👤Widhoroso 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:15 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, yang biasanya mengoperasikan kereta api (KA) Argo Cheribon dua kali sehari,...
DOK MI

Kasus PMK Telah Menyebar Di 20 Kabupaten/Kota Di Jabar

👤Widhoroso 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:05 WIB
2.816 hewan ternak berkuku belah seperti sapi potong, sapi perah, domba dan kambing di Jawa Barat tertular virus yang menyebabkan penyakit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya