Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara mengajukan penambahan belanja daerah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021, atau P-APBD TA 2021, sebesar lebih dari Rp188 miliar. Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) mengatakan, pemprov telah mengajukan nota keuangan P-APBD TA 2021 ke DPRD provinsi.
"Dalam perubahan APBD tahun ini kita mengajukan penambahan belanja daerah," ujarnya, Rabu (8/9).
Ijeck menjelaskan, P-APBD TA 2021 menganggarkan belanja daerah sebesar Rp13.937.668.293.830. Jumlah itu mengalami peningkatan 0,01% atau Rp188.168.841.872 lebih besar dari yang dianggarkan APBD murni sebesar Rp13.749.499.451.958.
Ijeck memerinci, belanja daerah yang dimaksud berupa belanja modal menjadi sebesar Rp1.280.147.258.170. Jumlah itu mengalami peningkatan 0,12% atau sebesar Rp134.580.706.201 dari APBD murni yang hanya Rp1.145.566.551.969.
Peningkatan juga diajukan untuk komponen belanja transfer menjadi sebesar Rp2.562.211.916.455. Jumlah itu meningkat 0,10% atau sebesar Rp225.000.000.000 dari APBD murni yang hanya Rp2.337.211.916.455.
Namun belanja tidak terduga diajukan lebih kecil 0,65% atau Rp26.012.755.853 menjadi Rp48.987.244.147 dari APBD murni yang mencapai Rp75.000.000.000.
Penurunan juga diajukan terhadap belanja operasi menjadi sebesar Rp10.069.296.363.352. Jumlah itu mengalami penurunan 0,01% atau Rp122.424.620.182 dari APBD murni yang mencapai Rp10.191.720.983.534.
Dari perbandingan jumlah target pendapatan dan jumlah rencana belanja tersebut maka pada P-APBD Sumut TA 2021 akan mengalami defisit anggaran sebesar Rp266.282.631.305.
Ijeck mengatakan, dalam penyusunan P-APBD TA 2021 pemprov mengacu kepada sejumlah landasan. Antara lain program prioritas nasional dalam RKP, program strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah serta memperhatikan visi, misi dan program kerja pemerintah.
Penanganan pandemi Covid-19 menjadi salah satu program yang menjadi prioritas dalam tahun anggaran 2021, terutama di bidang kesehatan dan ekonomi. Beberapa kegiatan bidang kesehatan penanganan Covid-19 yang menjadi prioritas antara lain dukungan pelaksanaan vaksinasi dan peningkatan ruangan perawatan intensif (ICU).
Kemudian pengadaan alat ventilator serta penyediaan tempat isolasi terpusat untuk menekan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR). Termasuk meningkatkan kegiatan 3T (testing, tracing dan treatment). (YP/OL-10)
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah provinsi telah mengirimkan relawan kemanusiaan, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.Â
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dengan capaian tersebut, APBD tahun 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah pada tahun yang sama mencapai Rp67,1 triliun.
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi sejumlah ruang publik, namun tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved