Kamis 19 Agustus 2021, 11:22 WIB

Cegah Klaster Keluarga, Pemkab Sidoarjo Pindahkan Warga Isoman ke Isolasi Terpadu

Heri Susetyo | Nusantara
Cegah Klaster Keluarga, Pemkab Sidoarjo Pindahkan Warga Isoman ke Isolasi Terpadu

MI/Heri Susetyo
Bupati dalam apel gelar pasukan dalam rangka memindahkan isoman ke isoter di Sidoarjo. Rabu (18/8/2021)

 

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berupaya memindahkan warga isolasi mandiri (isoman) di rumah ke tempat isolasi terpusat (isoter) untuk mencegah penyebaran covid-19 klaster rumah tangga atau keluarga. Apel gelar pasukan dalam rangka memindahkan isoman ke isoter sudah dilakukan Rabu (18/) di Mapolresta Sidoarjo.

Apel gelar pasukan yang diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Ormas serta komunitas tersebut dipimpin langsung Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.

Ahmad Muhdlor mengatakan, pemindahan warga isoman dari rumah ke tempat isoter perlu dilakukan untuk memaksimalkan penyembuhan. Jangan sampai isoman di rumah justru menyebabkan munculnya klaster baru dalam rumah tangga. Apalagi penyebaran covid-19 varian delta sangat cepat penularannya.

Baca juga: Ganjar Dukung Pengembangan Proyek Geothermal Dieng, Bisa Jadi Wisata Energi

"Bayangkan ada rumah kecil sepetak enam orang kemudian salah satunya positif dan tidak diambil, saya yakin enam-enamnya juga positif karena penyebaran covid varian delta ini cukup cepat," kata Muhdlor. Muhdlor menambahkan, petugas di lapangan yang melaksanakan apel siap menjemput warga isoman di rumah-rumah. 

Bupati meminta warga yang isoman tidak takut dipindah ke isoter, sebab fasilitas yang disediakan terjamin. Mulai dari makanan pemenuhan gizi dan vitamin serta tenaga kesehatannya disediakan untuk memulihkan kesehatan warga yang positif covid-19.

"Bukan pasif seperti kemarin, kita akan bergerak aktif menjemput warga yang sedang melakukan Isoman, ini yang mungkin masyarakat sedikit ketakutan, namun kita pastikan fasilitas yang ada di dalam (isoter) sangat mumpuni," kata Muhdlor.

Muhdlor menambahkan, isoter juga akan menekan case fatality rate (CFR) atau kasus angka kematian akibat covid-19. Tingginya CFR, kata Muhdlor, salah satunya disebabkan faktor keterlambatan penanganan kesehatan warga yang sedang isoman. Banyak kejadian warga terpapar covid-19 terlambat dibawa ke rumah sakit dengan kondisi saturasi buruk atau kritis.

"Ketika berada di isoter-isoter ini dengan adanya perawat dan nakes yang ada maka hal-hal seperti itu dapat kita hindari," kata Muhdlor. 
Muhdlor juga tekankan bahwa positif covid-19 bukan merupakan aib. Oleh karenanya seseorang yang positif covid-19 lebih baik ke isoter agar tidak menularkan keluarganya. Pemkab Sidoarjo menyediakan sembilan isoter yang tersebar di berbagai tempat. Kapasitas seluruhnya mencapai 480 tempat tidur.
 
"Di tingkat kecamatan lewat danramil, kapolsek serta camat, bertiga menjadi leading sector di tingkat kecamatan akan melakukan penjemputan dan diarahkan ke Isoter terdekat, datanya dari bidan desa atau lurah setempat," ujar Muhdlor. (H-3)

Baca Juga

DOK MAN 1 Kulon Progo

Ada Kecenderungan Penurunan Kreativitas Anak Sekolah

👤Siswantini Suryandari 🕔Jumat 03 Desember 2021, 11:41 WIB
OSIS di beberapa sekolah mengalami penurunan aktivitas dan...
MI/Adi Kristiadi

Minyak Goreng Sumbang Inflasi Terbesar di Priangan Timur

👤Adi Kristiadi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 10:50 WIB
MINYAK goreng dan telur penyumbang inflasi terbesar di Priangan Timur pada November...
DOK BP BATAM

Gesa Implementasi Green Port, Kemenko Marves dan BP Batam Gelar Rakor Pengelolaan Limbah B3

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 10:43 WIB
Rakor ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi, pengendalian dan pengelolaan limbah B3 pada kegiatan perkapalan untuk mengakselerasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya