Rabu 18 Agustus 2021, 09:15 WIB

Usai Rayakan HUT ke-76 RI di Gunung Amonggedo 30 Mahasiswa Tak Bisa Pulang

Muhammad Fauzi | Nusantara
Usai Rayakan HUT ke-76 RI di Gunung Amonggedo 30 Mahasiswa Tak Bisa Pulang

Antara
Tim penyelamat Kantor Basarnas Kendari melakukan apel sebelum mengevakuasi 30 mahasiswa yang terjebak di Gunung Amonggedo, Konawe, Selasa (1

 

BILA tak ada ganguan alam, Tim gabungan Basarnas Kendari, hari ini, Rabu (18/8/2021), baru bisa mengevakuasi sekitar 30 mahasiswa pecinta alam yang terjebak, seusai melakukan pengibaran Merah Putih di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi, melalui rilis humas Basarnas Kendari, Rabu dini hari mengatakan, saat ini tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KKP) Kendari telah berada di kediaman Camat Amonggedo dan berkoordinasi dengan unsur yang terlibat melakukan penilaian jalur evakuasi.

"Setelah melakukan assessment lokasi sampai pukul 00.06 Wita, tim memutuskan penjemputan akan dilaksanakan pagi hari pada pukul 06.00 Wita mengingat kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk memaksakan melewati tiga aliran sungai," katanya.

Basarnas menyampaikan, penjemputan para korban akan dibagi ke dalam 3 tim dimana Tim 1 berjumlah 20 orang, Tim 2 berjumlah 10 orang, dan Tim 3 berjumlah 10 orang.

Upaya evakuasi para korban akan melibatkan unsur tim penyelamat KPP Kendari, Koramil Wawotobi, Polsek Pondidaha, BPBD Konawe, KPA Kompas Pencinta Alam Sampara dan masyarakat setempat. "Saat ini Tim SAR gabungan berposko di bendungan daerah itu," katanya.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa pecinta alam terjebak di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, saat hendak ingin balik usai melakukan pengibaran Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia.

Para korban dilaporkan berada di lokasi itu sejak Senin (16/8) untuk melaksanakan pengibaran bendera pada 17 Agustus 2021. Namun, setelah melaksanakan pengibaran dan penurunan bendera, mereka tidak dapat kembali pulang. Disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga aliran sungai meluap disertai arus yang deras.

"Untuk diketahui perjalanan menuju lokasi para mahasiswa pencinta alam harus melewati 3 sungai," katanya.

Basarnas Kendari yang menerima laporan itu pada pukul 20.00 WITA dari staf BPBD setempat bernama Abel segera memberangkatkan tim penyelamat Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Di HUT ke 76 RI, Belasan Pemuda Sikka Malah Pesta Miras di Emperan Toko

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Masih Ada Potensi Longsor di Temanggung

👤Tosiani 🕔Minggu 29 Mei 2022, 19:10 WIB
"Intensitas hujan masih cukup tinggi, sehingga potensi tanah longsor masih ada. Terutama yang tinggal di lereng dan tebing. Masyarakat...
dok/MetroTV

8 Penumpang Selamat KM Ladang Pertiwi Kembali Ditemukan

👤Mediaidnonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 19:00 WIB
Saat korban ditemukan di laut, kapal nelayan tersebut langsung membawa seluruh korban ke pulau...
ANTARA

Tim DVI Disiapkan untuk Identifikasi Korban Kapal Tenggelam

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 18:11 WIB
Tugas DVI untuk melakukan identifikasi terhadap para korban dan memudahkan pemeriksaan apabila ditemukan korban meninggal dunia dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya