Kamis 05 Agustus 2021, 21:16 WIB

Kasus Kematian Covid-19 Usia Produktif Naik, Banyak yang belum Divaksin

Adi Kristiadi | Nusantara
Kasus Kematian Covid-19 Usia Produktif Naik, Banyak yang belum Divaksin

MI/Andri Widiyanto
Petugas dengan APD lengkap memakamkan jenazah pasien covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta.

 

KASUS kematian bagi kelompok usia produktif maupun lansia di Kota Tasikmalaya di tengah pandemi Covid-19 mengalami kenaikan pada pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga perpanjangan Level 4. Peningkatan tersebut diketahui paling banyak belum dilakukan vaksinasi dan memiliki penyakit penyerta.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, mengatakan angka kematian usia produktif berada di Kota Tasikmalaya selama masa PPKM darurat dan perpanjangan level 4 mencapai 11 kasus kematian. Para pasien diketahui memiliki penyakit penyerta yakni hipertensi dan diabetes dari usia 20-29 orang ada 4 orang, usia 30-39 tahun 7 orang.

Baca juga: Semangati Warga Isoman, Pemkot Palembang Beri Bantuan Pangan

"Angka kematian usia kelompok produktif di Kota Tasikmalaya pada masa PPKM darurat dan dilanjutkan Level 4 memang jumlahnya itu 11 orang. Namun, pada usia 40-49 tahun ada 31 orang dan pralansia usia 50-59 berjumlah 60 orang dari total keseluruhan 223 orang, tapi kasus kematian disebabkan lantaran mereka belum divaksin dan diangka tersebut 13 orang sudah divaksin tapi merek memiliki penyakit penyerta," katanya, Kamis (5/8).

Asep mengatakan, kelompok produktif yang meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19 paling banyak memiliki penyakit penyerta dan masih belum dilakukan vaksinasi tetapi kematian tersebut masih kecil dibandingkan lansia dari umur 60 tahun ke atas jumlahnya 120 orang.

"Angka kematian di Kota Tasikmalaya selama ini paling banyak lansia usia 60 tahun ke atas masih mendominasi dan mereka kebanyakan memiliki penyakit penyerta mulai diabetes dan hipertensi menjadi faktor pemberat. Karena, untuk sekarang, pencapaian vaksinasi bagi mereka baru 19%, artinya edukasi terus dilakukan supaya angka kematian bagi pasien lansia bisa ditekan," ujarnya.

Menurutnya, angka kematian kasus Covid-19 memang terus mengalami peningkatan dan tercatat presentase angka kematian pasien positif Covid-19 untuk sekarang ini mencapai 3,62% yang berasal dari lansia berumur 60 tahun ke atas memiliki penyakit penyerta. 

Namun, bagi mereka sebetulnya bisa bertahan jika sudah divaksin untuk meningkatkan daya tubuh dari serangan virus korona.

"Untuk kelompok produktif yang meninggal dunia setelah divaksin akan memburuk kalau mereka tidak menerapkan protokol kesehatan apalagi yang memiliki penyakit penyerta. Akan tetapi, kami berupaya agar usia 20 sampai 59 tahun tersebut harus selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas karena rata-rata dari mereka yang sudah divaksin itu merasakan dirinya sudah sehat," paparnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/Alexander P. Taum

Pemberdayaan Ekonomi Bagi Kelompok Rentan Akibat Pandemi di Lembata

👤Alexander P. Taum 🕔Rabu 22 September 2021, 12:05 WIB
LESUNYA perekonomian dunia akibat pandemi covid-19, tidak melumpuhkan kreativitas kelompok rentan untuk berjuang mempertahankan...
MI/Reza Sunarya

Pecah Ban Minibus Tabrak Truk di Tol Cipali 4 Meninggal

👤Reza Sunarya 🕔Rabu 22 September 2021, 11:38 WIB
KECELAKAAN maut dua kendaraan kembali terjadi di Jalan Tol Cipali Km 74.600, Jalur B Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten...
Ist

Siapkan Lulusan Siap Kerja, Politeknik di Morosi Jalin Kerja Sama dengan Industri

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 22 September 2021, 10:47 WIB
Politeknik Tridaya Virtu Morosi diharapkan dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang berbasis link and match antara kebutuhan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya