Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA 12 jam, kegempaan yang terjadi di Gunung Merapi mencapai 160 kali, dengan rincian kegempaan guguran terjadi sebanyak 91 kali, kegempaan hembusan 10 kali, kegempaan fase banyak atau hybrid 43 kali dan kegempaan vulkanik dangkal 6 kali.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Rachmad Widyo Laksono dan Alzwar Nurmanaji, Jumat mengatakan, kegempaan sebanyak 160 kali itu terjadi sejak hari Kamis (1/7) pukul 18.00 WIB hingga hari Jumat (2/7) pukul 06.00 WIB. Selama 12 jam tersebut, teramati 29 kali guguran lava pijar.
"Sebanyak 24 kali mengarh ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter dari puncak dan 5 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal 700 meter dari puncak," katanya.
Sepanjang malam, tambahnya, asap kawah tidak teramati. Sedangkan cuaca cerah dan berawan, angin bertiup sedang ke arah barat laut. "Suhu udara berkisar antara 11 derajat Celsius hingga 22 derajat Celsius dengan tekanan udara berkisar 741 mmHg hingga 946 mmHg," jelasnya.
Meski aktivitas tinggi, sampai saat ini status masih ditetapkan Level III atau Siaga. Pelaku wisata, ujarnya, direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi dan jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (OL-13)
Baca Juga: Prajurit TNI Latih PBB Anak Papua di Perbatasan
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved