Selasa 22 Juni 2021, 14:43 WIB

DPD Minta Pemda Jatim Lakukan Pendekatan Persuasif

Sri Utami | Nusantara
DPD Minta Pemda Jatim Lakukan Pendekatan Persuasif

MI/Faishol
Ratusan warga Madura mendatangi Balai Kota Surabaya untuk melakukan aksi protes terkait penyekatan di Suramadu.

 

KEBIJAKAN penyekatan di Jembatan Suramadu oleh jajaran Pemda Jawa Timur (Jatim) mendapat penolakan dari warga Bangkalan, Madura. Ratusan warga bahkan sempat melakukan aksi protes di Balai Kota Surabaya.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta persoalan ini diselesaikan dengan pendekatan persuasif. Diketahui, penyekatan di Jembatan Suramadu bertujuan mengantisipasi penyebaran varian baru covid-19, yang menular lebih cepat. Apalagi, saat ini Kabupaten Bangkalan masuk dalam kategori zona merah.

“Persoalan ini cukup pelik dan harus diatasi bersama-sama. Sebab, kita harus melakukan berbagai upaya menghindari penyebaran covid-19 di Jatim. Di sisi lain, kita juga harus memikirkan agar kebijakan tidak merugikan masyarakat,” tutur LaNyalla, Selasa (22/6).

Baca juga: Massa Terobos Penyekatan di Suramadu, Polisi: tidak Ada Kerusuhan

Kebijakan penyekatan pun mewajibkan warga dari Madura yang hendak masuk ke Surabaya, untuk membawa surat swab dengan hasil negatif. Kebijakan ini dinilai memberatkan masyarakat, khususnya warga Madura yang bekerja di Surabaya. Sebab, setiap hari mereka harus melintasi Jembatan Suramadu. 

Diketahui, kebijakan penyekatan Suramadu berdasarkan keputusan Forkopimda Jatim. Pemkot Surabaya juga sudah menemui Pemprov Jatim untuk menyampaikan aspirasi Koalisi Masyarakat Madura Bersatu, yang menggelar aksi di Balai Kota Surabaya pada Senin (21/6) kemarin. 

Baca juga: Ganjar Siapkan Tempat Isolasi Bagi Pasien Covid-19 di Jateng

Menurut LaNyalla, Pemda Jatim sebaiknya mengeluarkan kebijakan baru yang bisa mengakomodasi kegelisahan warga Bangkalan. Namun, upaya penanganan kasus covid-19 juga harus diprioritaskan.

“Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya dan Pemkab Bangkalan bersama jajaran TNI-Polri serta Satgas Covid-19, perlu secepatnya mengambil langkah persuasif dan mengambil sikap yang memberikan win-win solution,” pungkasnya.

Dia pun meminta agar polemik penyekatan Jembatan Suramadu menjadi pelajaran bagi daerah lain. Kebijakan terkait penanganan covid-19 di setiap daerah akan berbeda, karena dipengaruhi budaya dan kebiasaan masyarakat.(OL-11)

 


 

Baca Juga

MI/Beben

Festival Kopi Cianjur Upaya Membangkitkan Kejayaan Kopi Cianjur

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 16:52 WIB
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia, terutama jenis...
MI/Gabriel Langga

Siri Pinang, Bahan Utama Ritual Adat Sikka yang Mulai Langka

👤Gabriel Langga 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 16:50 WIB
TANAMAN sirih pinang merupakan warisan tanaman tradisional bagi masyarakat Kabupaten Sikka, NTT yang biasanya untuk ritual adat. Kini...
Dok. Mutiara Carita Cottage

Menikmati Pantai dan Pegunungan di Mutiara Carita Cottage

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 16:04 WIB
Di Mutiara Carita Cottage tidak hanya menawarkan konsep pantai, tapi juga konsep pegunungan. Pengunjung di Mutiara Carita Cottage...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya