Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan resmi digugat dan dituntut ganti rugi triliunan rupiah oleh warganya terkait bencana banjir awal tahun 2021 yang melanda sebagian besar wilayah tersebut.
Gugatan dilayangkan puluhan warga melalui Tim Advokasi Hukum Korban Banjir Kalimantan Selatan dan telah didaftarkan secara online di Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin, 28 Mei 2021.
Koordinator Tim Advokasi Hukum Korban Banjir Kalsel Muhamad Pazri, Senin (31/5), mengatakan ada 53 orang warga terdampak bencana banjir berasal dari sejumlah wilayah seperti Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kota Banjarbaru, Kabupaten Balangan dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang mengajukan gugatan.
"Tim Advokasi sebelumnya telah melayangkan surat keberatan kepada Pemprov dan Presiden tetapi tidak ada tanggapan," tuturnya.
Inti gugatan adalah pejabat pemerintah (Onrechtmatige Overheidsdaad) dengan tidak melakukan pemberian informasi peringatan dini (Early Warning System) banjir Kalimantan Selatan Januari 2021. Lambatnya penanggulangan saat tanggap darurat (Emergency Response) banjir serta tidak membuat Peraturan Petunjuk Teknis berupa Peraturan Gubernur tentang Penanggulangan Bencana.
Baca juga: Pemda di Kalsel Harus Prioritaskan Pembangunan Lingkungan
Karena itu, pihaknya menuntut hukuman kepada Pemprov Kalsel berupa evaluasi sistem informasi peringatan dini (Early Warning System) dan tanggap darurat (Emergency Response) di Kalsel. Melakukan evaluasi perizinan pertambangan dan pengelolaan kegiatan pertambangan, serta penegakan hukum lingkungan hidup.
Membayar kerugian materiil sebesar Rp890.235.000 (delapan ratus sembilan puluh juta dua ratus tiga puluh lima ribu rupiah) kepada Warga Pemberi Kuasa. Membayar kerugian immateriil keseluruhan bagi korban banjir kalsel.
Menurut BPPT pada 22 Januari 2021 estimasi dampak kerugian bencana banjir Kalimantan Selatan sebesar Rp1,349 triliun terdiri dari sektor pendidikan Rp30,4 miliar, sektor kesehatan dan perlindungan sosial Rp46,53 miliar, sektor produktivitas masyarakat Rp604,562 miliar dan sektor pertanian Rp216,2 miliar.(OL-5)
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved