Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah selama 12 jam dari pukul 18.00 WIB, Selasa (25/5/2021) hingga pukul 06.00 WIB, Rabu (26/5/2021) mengeluarkan lava pijar hingga 17 kali.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Heru Suparwaka, mengatakan guguran lava pijar tersebut kebanyakan mengarah ke barat daya dan mencapai jarak 1.900 meter dari puncak.
Selain guguran lava pijar, Heru mengungkapkan, juga terjadi 7 kali awan panas guguran. "Awan panas guguran ini mencapai jarak 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya," kata Heru, Rabu (26/5).
Pada kesempatan itu, Heru Suparwaka menjelaskan, dalam 12 jam kegempaan awan panas guguran sebanyak 6 kali dengan amplitudo antara 12 milimeter hingga 27 detik dan durasi antara 75 detik hingga 130 detik.
Kegempaan guguran sebanyak 72 kali dengan amplitudo 3 milimeter hingga 25 milimeter dan durasi 12 detik hinhgha 135 detik, serta kegempaan hembusan sebanyak 6 kali dengan amplitudo 3 milimeter hingga 8 milimeter serta durasi 15 detik hingga 28 detik.
Heru mengatakan dengan aktivitas Gunung Merapi yang masih tetap tinggi ini, BPPTKG Yogyakarta belum mengubah status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Sungai Boyong, Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng, dan Sungai Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara yaitu Sungai Gendol sejauh 3 kilometer," katanya.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya serta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. (OL-13)
Baca Juga: Merapi Luncurkan Dua Awan Panas hingga 2 km
Gastrodia bambu, anggrek hantu dari lereng Gunung Merapi, hidup tanpa klorofil dan bergantung pada jamur tanah. Spesies langka ini menjadi indikator penting kesehatan hutan.
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 1 Maret 2026 menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di perairan selatan dan air laut pasang
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BATAM diperkirakan mengalami cuaca umumnya berawan pada Jumat, 27 Februari 2026. Meski pada pagi hari kondisi relatif cerah berawan, hujan berpotensi turun pada siang hingga sore hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved