Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SIANG itu Kedai Kopi, tempat pusat pengolahan dan pemasaran kopi khas Kalimantan Selatan yakni kopi Aranio di Banjarbaru, Kalimantan Selatan kedatangan dua tamu sekaligus dari Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Selatan dan Samarinda, Kalimantan Timur.
Kurnia, 25 bersama temannya sengaja datang jauh-jauh menempuh perjalanan lebih 100 kilometer dari Pulang Pisau menggunakan sepeda motor untuk melakukan studi banding tentang kopi di Kedai Kopi. Kurnia adalah tenaga pendamping desa peduli gambut yang sebelumnya mendapatkan bantuan program revitalisasi ekonomi berupa pengembangan kopi lokal dari Badan Restorasi Gambut.
Kepada Dwi Putera Kurniawan pemilik Kedai Kopi dan merek usaha kopi lokal khas Kalsel, Biji Kopi, Kurnia menceritakan berbagai
permasalahan yang dihadapi petani kopi di daerahnya. "Masalah dihadapi petani kopi di daerah kami, harga kopi yang rendah hanya Rp19 ribu perkilo.Para petani juga belum mengerti mengembangkan komoditas kopi agar lebih bernilai ekonomi," ujar Kurnia sambil berkeliling melihat-lihat kebun kopi percontohan milik Kedai Kopi.
Tamu lain asal Samarinda, bernama Hasnan,56 sengaja datang ke Kalsel untuk mencicipi kopi Aranio setelah anaknya yang kuliah di Kota Banjarbaru menceritakan soal keberadaan kopi khas Kalsel jenis robusta ini. "Saya penikmat kopi. Saya pernah dibawakan anak saya kopi khas Kalsel dan saat menjenguk anak, saya sempatkan datang ke sini," tuturnya.
Baik Kurnia maupun Hasnan juga menceritakan jika dulu masyarakat di wilayahnya menjadikan kopi sebagai komoditas andalan. Kini pohon-pohon kopi tersebut sudah tergusur karena dinilai tidak menguntungkan berganti dengan tanaman lain.
Dwi Putera Kurniawan yang juga Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel mengatakan kopi masuk ke Kalimantan atau tanah borneo pada
penjajahan Belanda dan kemudian Indonesia menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. "Selain jenis robusta yang tumbuh subur di tanah perbukitan, kopi jenis liberika banyak tumbuh di dataran rendah dan pesisir Kalimantan," tuturnya.
Di Kalsel menurut Dwi, akibat anjloknya harga kopi dan ekspansi besar-besaran sawit telah menyebabkan ribuan hektar tanaman kopi
tergusur. Namun kini seiring harga kopi yang terus naik pertanian komoditas kopi mulai menggeliat. Harga kopi siap giling khas Kalsel Aranio saat ini Rp50 ribu dan mencapai 5x lipat setelah digiling dan dalam kemasan.
Kopi Aranio sendiri sudah mampu menembus pasar mancanegara meski dalam jumlah terbatas. "Pasar sudah cukup baik tetapi kendala kita adalah keterbatasan lahan," ujarnya.
Dari 42 orang petani kopi anggota SPI Kalsel baru memiliki 72 hektar kebun kopi. Ada sekitar 200 hektar hutan kopi peninggalan Belanda yang banyak tersebar di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut. Meski tidak dirawat kopi dari hutan kopi ini tetap menjadi penghasilan tambahan bagi warga. (N-1)
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Program Desa Sejahtera Astra berhasil meningkatkan pendapatan petani kopi Garut dari Rp1,3 juta menjadi Rp3,7 juta per bulan serta menembus pasar ekspor.
Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) berpartisipasi dalam Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) 2025 pada 3 - 5 Desember di Makuhari Messe, Tokyo, Jepang.
Meningkatnya konsumsi kopi dunia mendorong negara-negara produsen untuk semakin agresif memperkenalkan karakter kopi mereka ke pasar global.
Tanggal 5 Desember diperingati sebagai Hari Kopi Turki Sedunia. Tanggal ini dipilih untuk menandai pengakuan Kopi Turki oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2013.
Melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sidomulyo Jember mampu memperluas skala bisnis hingga menembus pasar ekspor komoditas kopi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved