Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengucurkan dana rekonstruksi pasca bencana kepada lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp66 miliar. Dana tersebut diperuntukan bagi rekonstruksi atau perbaikan rumah 3.942 keluarga terdampak bencana banjir pada awal 2021 lalu.
Lima kabupaten/kota yang mendapat kucuran anggaran rekonstruksi pasca bencana ini meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut dan Balangan. Bantuan BNPB ini disampaikan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB, Rifai, pada rapat koordinasi finalisasi penyaluran bantuan perumahan akibat bencana banjir Kalimantan Selatan, kemarin.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, Kamis (20/5) mengatakan, dana bantuan bencana dari pemerintah pusat ini merupakan bantuan tahap pertama bagi warga korban bencana banjir. "Kita meminta BNPB mengawasi untuk memastikan agar tata kelola dana ini bisa sesuai ketentuan mulai tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan nanti," tuturnya.
Ditegaskan Roy dana bantuan yang telah ditransfer ke daerah itu untuk pembangunan rumah saja. Sedangkan biaya pendampingan, monitoring akan didukung menggunakan dana pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB, Rifai, mengatakan sejauh ini dari 12 kabupaten/kota diusulkan baru 5 daerah yang dapat direalisasi bantuan bagi rekontruksi infrastruktur dan pemukiman.
"Ada 3.942 keluarga terdampak bencana yang menerima alokasi anggaran sebesar Rp66 miliar. BNPB akan mengawal agar yang menerima benar-benar yang berhak," ucapnya.
Bencana banjir besar di Kalsel pada awal 2021 melanda 11 kabupaten/kota dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp1,3 trilun. BPBD Kalsel mencatat jumlah korban banjir tercatat lebih 600 ribu jiwa dan 46 orang meninggal dunia. (OL-13)
Baca Juga: Sultan HB X Minta Indonesia Raya Diperdengarkan Setiap Pagi
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved