Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengucurkan dana rekonstruksi pasca bencana kepada lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp66 miliar. Dana tersebut diperuntukan bagi rekonstruksi atau perbaikan rumah 3.942 keluarga terdampak bencana banjir pada awal 2021 lalu.
Lima kabupaten/kota yang mendapat kucuran anggaran rekonstruksi pasca bencana ini meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut dan Balangan. Bantuan BNPB ini disampaikan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB, Rifai, pada rapat koordinasi finalisasi penyaluran bantuan perumahan akibat bencana banjir Kalimantan Selatan, kemarin.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, Kamis (20/5) mengatakan, dana bantuan bencana dari pemerintah pusat ini merupakan bantuan tahap pertama bagi warga korban bencana banjir. "Kita meminta BNPB mengawasi untuk memastikan agar tata kelola dana ini bisa sesuai ketentuan mulai tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan nanti," tuturnya.
Ditegaskan Roy dana bantuan yang telah ditransfer ke daerah itu untuk pembangunan rumah saja. Sedangkan biaya pendampingan, monitoring akan didukung menggunakan dana pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB, Rifai, mengatakan sejauh ini dari 12 kabupaten/kota diusulkan baru 5 daerah yang dapat direalisasi bantuan bagi rekontruksi infrastruktur dan pemukiman.
"Ada 3.942 keluarga terdampak bencana yang menerima alokasi anggaran sebesar Rp66 miliar. BNPB akan mengawal agar yang menerima benar-benar yang berhak," ucapnya.
Bencana banjir besar di Kalsel pada awal 2021 melanda 11 kabupaten/kota dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp1,3 trilun. BPBD Kalsel mencatat jumlah korban banjir tercatat lebih 600 ribu jiwa dan 46 orang meninggal dunia. (OL-13)
Baca Juga: Sultan HB X Minta Indonesia Raya Diperdengarkan Setiap Pagi
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved