Rabu 19 Mei 2021, 00:39 WIB

Telah Sepekan Delapan Desa di Aceh Diserang Lalat

Mediaindonesia.com | Nusantara
Telah Sepekan Delapan Desa di Aceh Diserang Lalat

modernpest.comI
Ilustrasi

 

Masyarakat dari delapan desa di Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh merasa resah dengan munculnya kawanan lalat yang “menyerang” permukiman mereka.

Baca juga : Arsjad Apresiasi Perjuangan Perawat Hadang Laju Pandemi

“Masyarakat mulai khawatir dengan serangan kawanan lalat tersebut karena dapat membawa bakteri yang menyebabkan dan bisa terjangkit penyakit,” kata Syamsuddin Ismail, warga Kuala Batee, Abdya di Blangpidie, Selasa (18/5).

Delapan desa yang mengalami serangan lalat tersebut yakni Desa Ie Mameh, Rumoh Panyang, Alu Pisang, Lhok Gajah, Muka Blang, Krueng Batee, Lama Muda, dan Gampong Keude Baro, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Ia mengatakan gangguan lalat sejak sepekan terakhir menyerang permukiman membuat warga tidak nyaman. Selain beterbangan di pekarangan dan tempat umum, lalat juga telah memasuki rumah warga.

“Ngeri kita melihatnya, kalau berkerumun tampak menghitam karena jumlahnya banyak sekali," ujar Syamsuddin.

Menurut Syamsuddin, penyebab banyaknya kawanan lalat itu diduga berasal dari tempat usaha peternakan ayam milik sebuah perusahaan yang diperkirakan berjarak 60 meter dari pemukiman warga.

“Kami sudah tidak nyaman lagi. Seharusnya pihak pengelola peternakan itu harus mengetahui efek dari usahanya jangan sampai mengambil keuntungan di atas penderita warga," sebutnya.

Apalagi, tambahnya, saat ini perusahaan ternak ayam di kawasan permukiman tersebut memiliki tujuh buah kandang ayam yang diduga menjadi sumber lalat.

“Kami berharap pihak terkait agar mengatasi persoalan ini karena sudah dua tahun ini masyarakat menanggung wabah ini. Janganlah mencari keuntungan di atas penderitaan masyarakat,” ucapnya

Kepala Dinas Kesehatan Abdya Safliati menyebutkan pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait serangan lalat yang melanda delapan gampong tersebut.

"Seharusnya segera laporkan ke kami, karena efek yang ditimbulkan oleh lalat itu bisa menyebabkan penyakit yang serius. Jika sudah dilaporkan, nanti tim petugas kesehatan lingkungan akan turun mengecek," katanya.

Safliati mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi hama lalat tersebut. Seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, sehingga ada solusi mengatasinya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Bupati Klaten Buka TMMD Sengkuyung II dan KBMKB IX

👤Djoko Sardjono 🕔Rabu 16 Juni 2021, 06:58 WIB
Kegiatan TMMD Sengkuyung II dan KBMKB IX dilaksanakan selama 30 hari, mulai 15 Juni hingga 14 Juli...
MI/Gabriel Langga

Puluhan Anak Kedapatan Dipekerjakan di Klab Malam di Sikka

👤Gabriel Langga 🕔Rabu 16 Juni 2021, 06:31 WIB
ANGGOTA Polda NTT menjaring puluhan anak dipekerjakan di klab malam di Kabupaten Sikka, NTT. Pelaku usaha klab malam dikenakan tindak...
Dok MI

Gempa Bumi Bermagnitudo 5,2 Mengguncang Bengkulu

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:40 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang berpusat di laut tersebut tidak berpotensi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya