Senin 03 Mei 2021, 16:15 WIB

Satgas Temukan Klaster Baru Covid-19 di Cianjur

Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara
Satgas Temukan Klaster Baru Covid-19 di Cianjur

dok.mi
ilustrasi

 

DI Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditemukan klaster baru penyebaran covid-19 diduga bersumber dari komunitas pengajian ibu-ibu. Sebanyak 54 orang warga Kampung Cangkuang RT 15/04, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong saat ini dinyatakan terkonfirmasi covid-19 hasil tes usap antigen.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, menjelaskan temuan klaster covid baru itu berawal adanya keluhan warga setempat yang mengalami anosmia (kehilangan indera penciuman). Warga bersangkutan memeriksakan diri ke puskesmas setempat.

"Awalnya ini diduga bermula dari kegiatan pengajian di madrasah atau masjid yang ada di wilayah itu. Lalu ada satu orang warga mengalami kehilangan indera penciuman. Ada kecurigaan warga itu merupakan suspek. Kemudian kita lakukan swab test. Hasilnya positif," kata Yusman dihubungi Media Indonesia melalui telepon selulernya, Senin (3/5).

Petugas di puskesmas pun bergerak cepat dengan melakukan tracing dan tracking. Sebab, berdasarkan keterangan warga bersangkutan, di kampungnya terdapat warga lain yang mengalami gejala serupa.

"Tim dari puskesmas bersama Forkopimcam setempat berkoordinasi dengan kepala desa serta RT dan RW, melakukan testing kepada 100 orang warga di Kampung Cangkuang," tutur Yusman.

Hasilnya cukup mengejutkan karena hampir separuhnya atau sebanyak 49 orang dinyatakan positif hasil tes usap antigen. Petugas medis mengembangkan lagi pelacakannya hingga kembali ditemukan 5 orang warga yang juga terkonfirmasi covid-19. "Jadi total ada 54 orang," imbuhnya.

Dari 54 orang tersebut, lanjut Yusman, terdapat 1 orang bergejala. Warga tersebut mengalami sesak napas. "Sekarang satu orang warga yang bergejala sesak napas itu sudah dirujuk ke Rumah Sakit Pagelaran untuk mendapatkan perawatan," kata Yusman.

Saat ini Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur masih menunggu hasil tes usap PCR. Sebab, tes baru dilakukan dengan antigen. "Kita sudah lakukan dua kali tracing. Untuk hasil swab PCR masih menunggu hasilnya keluar," ucapnya.

Di kampung tersebut kini sudah dilakukan isolasi atau karantina wilayah. Artinya, warga di kampung tersebut tidak diperbolehkan ke luar wilayah atau menerima tamu dari luar.

"Untuk kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan seperti APD, handsanitizer, rapid antigen, dan lainnya kami droping dari Dinas Kesehatan. Sedangkan untuk kebutuhan logistik seperti beras, minyak goreng, dan lainnya didroping dari satgas," beber Yusman.

Untuk pengawasan selama masa karantina, lanjut Yusman, diserahkan ke unsur Forkopimcam dan aparatur desa setempat. Teknisnya, di posko kesehatan dibuat jadwal piket melibatkan tim kesehatan puskesmas, babinsa, serta bhabinkamtibmas.

"Alhamdulillah kondisinya sudah terkendali," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: PPKM Mikro Kembali Diperpanjang, Sasar 30 Provinsi

 

Baca Juga

Antara

Zona Merah, Bird Park Jakabaring Tutup Hingga 17 Mei 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 22:00 WIB
Untuk mencegah terjadinya kerumunan dan menjadi klaster baru penyebaran COVID-19, kata pengelola Bird Park Jakabaring, Susan di...
antaranews.com

Pemkot Makassar Hendak Bangun Apartemen Lorong di Pulau Terluar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 21:30 WIB
Pemerintah Kota Makassar  segera membangun 21 apartemen lorong (aparong) di Pulau Lanjukang, Kecamatan Sangkarrang yang juga merupakan...
MI/LILIEK DHARMAWAN

Lokawisata Baturraden Batasi Pengunjung, Prokes Diperketat

👤Liliek Dharmawan 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 21:10 WIB
Selain pengunjung diwajibkan mengenakan masker, jumlah wisatawan dibatasi maksimal hanya 15 ribu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya