Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelola Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Sumatra Bagian Selatan mencatat sejak awal tahun sampai saat ini ada 219 anak yang akan mendapat manfaat beasiswa pendidikan sebagai ahli waris peserta BPJS TK. Dari 219 anak ini, BPJS Ketenagakerjaan pun sudah menyiapkan dana sebesar Rp38 miliar.
Pembayaran beasiswa ini sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program JKK, JKM dan JHT, efektif berlaku pada 1 April 2021. Permenaker ini mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat JKK, JKM dan JHT, salah satunya adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris peserta.
"Jadi beasiswa pendidikan anak ini diberikan pada ahli waris peserta yang mengalami risiko meninggal dunia, dan atau kecelakaan kerja yang berdampak cacat total tetap atau meninggal dunia. Namun hanya maksimum dua anak yang dicover dengan nilai maksimal Rp174 juta," kata Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel, Surya Rizal, Rabu (21/4).
Beasiswa ini dapat dimulai bagi anak dari ahli waris yang duduk di TK hingga jenjang pendidikan Strata 1 (S1).
"Ada sejumlah syarat dan kriteria bagi anak peserta yang menerima manfaat, yakni mereka belum bekerja, belum menikah dan berusia di bawah 23 tahun," tambahnya.
Ia menjelaskan, para penerima beasiswa ini merupakan anak-anak dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan kerja atau meninggal biasa dan mengalami cacat. Pihaknya pun menargetkan pemberian beasiswa ini akan selesai diserahkan sebelum lebaran ini. â
"Target kami, dan juga menjadi target dari Menaker, bahwa beasiswa ini akan diberikan kepada para penerima manfaat sebelum syawal," kata dia.
Diakui Surya, BPJS Ketenagakerjaan juga mengutamakan jaminan keberlangsungan pendidikan anak Indonesia.
"Pendidikan anak lebih terjamin dengan adanya pemberian beasiswa yang diberikan sesuai jenjang pendidikan dengan besaran nominal yang lebih tinggi. Beasiswa akan diberikan sejak TK hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah," jelas Surya Rizal.
baca juga: BPJSTK Tenaga Kerja Beasiswa
Ia menjelaskan, untuk TK sampai dengan SD, beasiswa yang diberikan sebesar Rp1.500.000 tiap tahunnya maksimal selama delapan tahun. Lalu untuk SMP sebesar Rp2.000.000 untuk tiga tahun, SMA Rp3.000.000 untuk tiga tahun dan untuk bangku perkuliahan sebesar Rp12.000.000 maksimal lima tahun.
"Tidak hanya beasiswa, ada manfaat lain yang kami berikan, yakni santunan jaminan kematian yang menjadi Rp42 juta, santunan sementara tidak masuk bekerja yakni 100 persen untuk 12 bulan pertama hingga home car senilai Rp20 juta dan sebagainya," pungkasnya. (OL-3)
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin (2008-2018) meninggal dunia di Jakarta. Simak perjalanan dan warisan pembangunannya bagi Bumi Sriwijaya.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
Amartha Fellowship Bootcamp diikuti oleh 60 penerima beasiswa dan berlangsung selama empat hari.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Anwar-Reny mencatat capaian program BERANI di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mulai dari 23.568 beasiswa hingga layanan kesehatan bagi 135.084 warga.
Farhan menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) masih menghitung besaran dana beasiswa yang akan dikembalikan oleh alumni Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved