Kamis 08 April 2021, 13:41 WIB

Gabah Hasil Petani Karawang Dijual ke Mitra Tim GSGP

M. Iqbal Al Machmudi | Nusantara
Gabah Hasil Petani Karawang Dijual ke Mitra Tim GSGP

ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Buruh tani membawa padi hasil panen di areal persawahan Desa Nagasari, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/3).

 

UPAYA Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menstabilkan harga gabah petani saat panen raya terus dilakukan oleh Tim Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) yang menyasar ke wilayah dengan harga gabah di bawah HPP.

Tim yang merupakan gabungan dari Kementan bersama mitra seperti Bulog, penggilingan Kostraling dan PT Pertani telah menetapkan target serap gabah dengan harga beli yang menguntungkan yakni minimal sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 4.200 per kg di beberapa Provinsi dan Kabupaten. Salah satunya di Provinsi Jawa Barat yang telah disepakati serapan sebanyak 270.000 ton GKG.

Tindak lanjutnya, Tim GSGP wilayah Jawa Barat secara serentak bergerak ke wilayah sentra pantura yaitu Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon untuk menyerap gabah langsung ke petani.

Salah satunya di Karawang, telah disepakati serapan gabah bulan Maret-Mei 2021 sebesar 47.456 ton GKG dari perkiraan produksi padi April-Mei 2021 126.965 ton setara beras 72.941 ton.

Sekretaris Dinas Pertanian Karawang, Muhrodi saat rakor bersama petugas KCD dan penyuluh di tiap kecamatan menyampaikan komitmen pemerintah untuk menstabilkan harga gabah.

“Alhamdulillah dengan adanya komitmen ini perlahan harga di tingkat petani mulai bagus lagi. Kemarin memang sempat di bawah HPP di beberapa kecamatan, namun sekarang sudah hampir semua bisa minimal setara HPP. Kondisi cuaca yang mendukung juga menjadi salah satu pemicunya,” ujar Muhdori, Kamis (8/4).

Gerakan Serap Gabah di Karawang dilanjutkan dengan mengecek langsung ke lokasi kecamatan yang harganya di bawah HPP yaitu di Majalaya, Telagasari dan Klari.

Wakil Kepala Kantor Cabang Bulog Karawang Satrio Nugroho, menyebut pihaknya sangat siap menyerap gabah petani baik bentuk GKG maupun GKP.

“Kalau GKP ada di harga Rp4.200 kalau GKG di harga Rp5.300, namun ada beberapa persyaratan kualitas yang harus dipenuhi seperti kadar air, kadar hampa maupun persyaratan lainnya,” ujarnya.

Sebagai informasi sejak bulan Maret Bulog Karwang telah menyerap gabah petani sebanyak 341 ton dan beras sebanyak 4.916 ton.

Sementara itu, Ketua Poktan Terpadu di Kecamatan Klari, Ujang mengakui gabahnya setelah dilakukan tes uji kadar air belum memenuhi syarat Bulog. Namun demikian telah disepakati hasil panen poktan tersebut sebesar 5 ton akan diserap Bulog apabila kulitas mutunya sudah memenuhi standar sesuai Permendag Nomor 24 tahun 2020.

“Saya berterimakasih sekali kehadiran tim Kementan dan mitranya karena kami jadi tahu bagaimana perlakuan pascapanen yang benar, dan insya Allah kami akan langsung setor ke Bulog bila sudah memenuhi syaratnya,” ujar Ujang

Dengan adanya komitmen bersama kesangguan serap gabah, dipastikan harga gabah pada masa panen raya stabil sesuai dengan HPP dan petani pun dipastikan gembira. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal panen dan serap gabah dengan optimal terutama fokus pada daerah yang mengalami penurunan harga yang terlalu jauh di bawah HPP.

Pada saat yang sama, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi pun melakukan kegiatan GSGP. Ia menyampaikan Kementan bersama mitra terus secara masif dan serentak melakukan kegiatan GSGP di lima kabupaten Provinsi Jawa Barat.

Lima kabupaten itu adalah Indramayu, Subang, Karawang, Cirebon, Bekasi dengan bersinergi antara Kementan, Bulog, Dinas Pertanian, Kostraling, Kodim dengan Tujuan untuk stabilitas harga Gabah saat panen raya.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kegiatan serap gabah juga bertujuan untuk menjamin stok beras dan membantu petani untuk mendapat harga penjualan yang menguntungkan petani. Kesehateraan adalah prioritas program pemerintah. Petani untung, ketahanan pangan dan negara makin kuat," bebernya.

Tim GSGP secara serentak melakukan serap gabah petani di Karawang, Cirebon dan Bekasi. Target serap gabah petani di Bekasi sebesar 20 ribu ton GKG, Karawang 47.456 ton GKG, Cirebon 42.620 ton GKG, Subang 24.464 ton GKG dan Indramayu 35.764 ton GKG. (Iam/OL-09)

Baca Juga

Dok Kemenparekraf

Kemenpar Rilis Kharisma Event Nusantara, Wajib Penuhi CHSE

👤Iis Zatnika 🕔Rabu 14 April 2021, 15:48 WIB
Izin penyelenggaraan kegiatan hiburan dan budaya kembali dibuka dengan syarat, panitia mengantongi sertifikat...
MI/TOSIANI

Menyulap Limbah Kayu Jadi Barang Perabot Berkualitas Tinggi

👤Tosiani 🕔Rabu 14 April 2021, 15:30 WIB
Semua barang perabotan rumah di unit usaha Kayuki dibuat dari limbah kayu jati belanda. Kayu bekas palet pengiriman barang dari luar negeri...
MI/Lina Herlina

Setelah Ekspor Rempah, Sulsel Ekspor Ikan Senilai Rp97 Miliar

👤Lina Herlina 🕔Rabu 14 April 2021, 15:20 WIB
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, kembali melepas ekspor salah satu komoditas di Sulsel. Rabu (14/4) dia meluncurkan program...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya