Kamis 08 April 2021, 12:38 WIB

Bencana Alam, Vaksinasi Covid-19 di NTT Ditunda

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Bencana Alam, Vaksinasi Covid-19 di NTT Ditunda

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Petugas SAR memanggul salah satu korban tewas akibat banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (7/4).

 

SIKLON Tropis Seroja yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 2 April lalu sebabkan terjadinya bencana alam. Akibatnya vaksinas Covid-19 terpaksa ditunda.

“Jadi banyak yang terkena dampak di Nusa Tenggara Timur. Prioritas kita adalah sekarang penanggulangan bencana dulu jadi otomatis vaksinasinya kita tunda, kita fokus ke penanggulangan bencana supaya segera rekan-rekan kita yang terkena dampak baik itu wafat ataupun luka bisa segera ditangani,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resmi Kamis (8/4).

Siklon Tropis Seroja ini adalah kejadian iklim yang terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Biasanya daerah yang terkena Siklon Tropis Seroja merupakan daerah-daerah subtropis seperti Australia atau Philipina.

Berdasarkan laporan yang diterima Menkes Budi Gunadi Sadikin dari Ketua BMKG, suhu laut di NTT memang sedang naik yang biasanya 26 sampai 27 derajat celsius, sekarang sudah 30 derajat Celsius.

Kementerian Kesehatan sudah membuat sekitar 10 pos kesehatan dan tim kesehatan sudah didatangkan ke lokasi bencana, terutama anestesi dan ortopedi karena banyak warga mengalami patah tulang kemudian perlu segera dioperasi.

Di samping tertundanya vaksinasi Covid-19 di NTT, masih ada vaksinasi di pulau-pulau terluar Indonesia yang harus dilaksanakan.

Namun Budi mengaku optimis karena Kemenkes telah membangun 10 ribu Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di pulau-pulau terluar Indonesai seperti Pulau Ile Boleng, Pulau Wai Marang, Baniona, Waiwadan.

“Itu adalah 4 Puskesmas yang ada di pulau-pulau terpencil di Nusa Tenggara Timur yang bisa menjadi sentra vaksinasi dan sudah memiliki logistik vaksinasi. Kita bersyukur kita sudah punya lebih dari 10 Puskesmas dan rutin melakukan vaksinasi. Jadi dari segi infrastruktur tidak terlalu khawatir,” pungkas Menkes Budi. (Fer/OL-09)

Baca Juga

Dok. Korlantas Polri

Kakorlantas Polri Cek Kesiapan Penyekatan Mudik di Sumatra

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 23 April 2021, 02:06 WIB
Istiono menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam mengelola peniadaan...
DOK IST

Program CSR SiCepat Bantu Renovasi Sekolah

👤Gana Buana 🕔Kamis 22 April 2021, 23:26 WIB
Gedung sekolah awalnya dalam kondisi yang tidak...
MI/Alexander P. Taum

Target 4 Bulan Bangun 700 Unit Rumah Relokasi di Lembata

👤Alexander P. Taum 🕔Kamis 22 April 2021, 22:02 WIB
SEBANYAK 700 unit rumah bagi korban bencana banjir bandang segera dibangun di lahan Waesesa, Kecamatan Ile Ape, kabupeten Lembata, Nusa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perburuan Gelar belum Usai

 Ancaman diskualifikasi dihindari karena tim yang tersisa urung ikut Liga Super Eropa

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya