Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah mendapat dukungan penuh dari daerah. Jajaran satgas covid-19 Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, misalnya. Mereka mulai menargetkan masyarakat umum sebagai target sasaran penerima vaksinasi covid-19.
Melalui Program Gebyar vaksinasi, Bupati Jembrana I Nengah Tamba, menargetkan setidaknya 6.000 masyarakat umum di kelurahan Gilimanuk Kecamatan Melaya – Jembrana dapat menerima vaksin.
Baca juga: Kasus Aktif di Jakarta Terus Menurun
Dalam acara Gebyar Vaksinasi yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna serta jajaran forkopimda lainnya pada 6-7 April melibatkan 250 vaksinator. Masyarakat yang diundang dari enam lingkungan di Gilimanuk, dan tempat pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di setiap balai lingkungan.
Kelurahan Gilimanuk dipilih sebagai lokasi pertama gebyar karena vitalnya kelurahan itu sebagai pintu masuk Bali lewat jalur darat.
“Kenapa kita awali gebyar vaksinasi masyrakat umum di kelurahan Gilimanuk , mengingat daerah ini sebagai pintu masuknya Bali. Jadi Gilimanuk ini yang kita fokuskan menyusul daerah lainnya," jelas Tamba.
Dalam data jumlah penduduk, di Gilimanuk tergolong salah satu yang terpadat di Kabupaten Jembrana dengan jumlah total penduduk 8022 jiwa. Untuk jumlah penduduk usia produktif sebanyak 6730 jiwa, sedangkan penduduk usia di atas 60 tahun sebanyak 1292 jiwa.
“Hari pertama ini kita targetkan 3000 sasaran dari 6 titik vaksinasi, bisa diselesaikan. Jika antusias masyarakat yang hadir melebihi dari 3000 dapat kita akomodir, mengingat stok vaksin yang disediakan cukup,” paparnya.
ke depan sasaran vaksinasi, kata Tampa, difokuskan pada kantong–kantong padat penduduk. Salah satunya adalah pasar yang interaksinya padat. “Paling tidak, total penerima vaksin mencapai 50% dari keseluruhan penduduk di Jembrana. Saat ini yang terpenting fokus pada titik-titik padat penduduk."
Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan gebyar vaksinasi covid-19 di Kelurahan Gilimanuk ini melibatkan 250 vaksinator yang terbagi di 6 titik, selama dua hari pelaksanaan.
"Kita akan lakukan evaluasi dari pelaksanaan hari pertama ini. Sehingga bisa mencapai target yg diinginkan sebanyak 70 persen penduduk Gilimanuk bisa divaksinasi pada tahap satu,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjok Ace, menilai pelaksanaan vaksinasi sudah berjalan dengan baik. “Saya lihat pelaksaan vaksinasi di Jembrana sudah baik, pada setiap titik vaksinasi sudah didampingi langsung oleh satu OPD sehingga dapat diawasi betul pelaksanaan,” ucapnya.
Ia berharap Bali akan mendapat 3 juta vaksin hingga Juni mendatang. Jumlah itu juga sesuai dengan permintaan Gubernur Bali. Hingga April ini, jika diberikan 600 ribu vaksin, jumlah itu dinilainya sudah cukup bagus. Jumlah itu untuk memenuhi kebutuhan vaksin di 9 kabupaten/kota di Bali .
“Kita targetkan bulan juli ini Bali sudah dibuka untuk pariwisata mancanegara. Namun hal itu, sangat tergantung dari kondisi internal kita disini. Artinya jangan sampai terjadi lonjakan kasus kembali . Kemudian tergantung kondisi negara – negara bersangkutan," terangnya. (Ant/A-1)
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved