Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Ribuan umat Katolik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (3/4), merayakan misa Paskah. Meski animo umat untuk mengikuti kurban Misa sangat tinggi, namun pihak Keamanan dan pihak Gereja membatasi umat, demi penerapan protokol kesehatan, jaga jarak. Umat yang hendak memasuki gerejapun diwajibkan mengenakan masker.
Sementara aparat keamanan gabungan yakni Linmas, Pramuka, Dinas Perhubungan, Polri dan TNI, tampak berjaga-jaga di halaman luar gereja. Sebelumnya, aparat kepolisian melakukan sterilisasi gereja dengan mengerahkan metal detektor. Pemandangan tersebut terjadi hampir di seluruh gereja di wilayah Kabupaten Lembata.
Di Gereja St. Arnoldus Jansen Waikomo, Dekenat Lembata, Keuskupan Larantuka, misa Malam Paskah dipimpin Pastor Paroki setempat, Pater Yosep Ola Sabhe, SVD.
Pelaksanaan misa Malam Paskah ditandai penyalaan lilin Paskah. Dalam keyakinan Katolik, lilin Paskah menjadi simbol cahaya Kristus yang sudah ada di tengah umatnya untuk mengubah kelamnya hari-hari hidup manusia.
Momentum Paskah juga ditandai Pembaharuan Janji Baptis. Dalam misteri Paskah, manusia dikuburkan bersama Kristus supaya bersama Dia, manusia menghayati hidup yang baru.
Menurut Pastor Paroki St. Arnoldus Janssen Waikomo, Pastor Yosep Ola Sabhe, Paskah adalah perayaan Agung atau puncak perayaan, ketika Umat Katholik memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut.
Selama 40 hari, umat Katholik menjalani puasa dan mati raga, guna mengikuti sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. "Merayakan Paskah dan pembaharuan janji baptis, manusia kita yang lama yang kurang baik telah disalibkan bersama Kristus, supaya selanjutnya kita mati terhadap dosa, lalu hidup semata-mata bagi Allah dalam Gereja," ujar Pater Yosep Ola Sabhe dalam kotbahnya. (OL-12)
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved