Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
SWADAYA masyarakat masih menjadi pilihan, saat pemerintah belum menyentuh perbaikan ruas jalan utama yang rusak parah. Kondisi itulah yang terjadi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/3).
Komunitas Taman Daun menginisiasi perbaikan ruas jalan yang rusak parah menuju destinasi wisata berkelas dunia, Lamalera. Komunitas pemuda yang dipimpin John Batafor ini mengajak TNI dan warga Desa Lamalera, Desa Imulolong serta Desa Posiwatu memperbaiki ruas jalan yang rusak parah tersebut.
John Batafor mengatakan, pihaknya menyediakan 80 sak semen, besi dan kayu lapis. Komunitas juga menyediakan kendaraan guna memobilisasi material golongan C, pasir dan kerikil.
Masyarakat dan TNI juga menyediakan batu, pasir, tenaga dan air. TNI juga menggerakkan warga perempuan untuk menyediakan konsumsi.
"Empat segmen kritis ini menjadi ancaman bagi keselamatan jiwa warga di jalur Lamalera, Posiwatu dan Imulolong. Selain itu ruas jalan ini sebagai sarana pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19 sebagaimana instruksi Presiden RI," ujar John Batafor.
Ia menandaskan, pihaknya ingin memulihkan semangat gemohing, tradisi kerja sama dan sama-sama bekerja dalam budaya Lamaholot.
Dalam aksi itu, TNI Koramil 1624-07 Nagawutun/Wulandoni mengerahkan 20 anggota yang dipimpin Komandan Koramil Nagawutun, Letnan Satu Inf Lodovikus T Bataona.
Ada empat segmen kritis dikerjakan dalam perbaikan ruas jalan secara swadaya itu. Perbaikan dilaksanakan di Desa Posiwatu, 2 km menuju Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, serta ruas jalan di wilayah administrasi Desa Lamalera, ikon Pariwisata di Kabupaten Lembata.
Jalan berstatus Kabupaten itu mengalami kerusakan sangat parah. Bahkan pada musim penghujan ini kendaraan roda empat tidak dapat melintasi di ruas jalan tersebut.
Kendaraan roda empat tujuan Lamalera-Lewoleba, terpaksa memutar arah melalui jalur Wulandoni, sebab di segmen Lamalera-Posiwatu-Imulolong, ruas jalan tersebut rusak parah. Jalanan berlubang membentuk kali cukup dalam dan membahayakan kendaraan roda empat.
Pekerjaan secara swadaya itu akan dilanjutkan Senin pekan depan. Taman Daun, TNI dan warga setempat berkomitmen menyelesaikan jalan rusak di wilayah tersebut. (N-3)
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved